Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Kegiatan pendampingan pemasaran online bagi Kube Batik Kapanewonan Lendah yang digelar Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) DIY, Jumat (9/4/2021)./Istimewa-Kanwil DJPb DIY
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) DIY menggelar kegiatan pendampingan pemasaran online bagi Kelompok Usaha Bersama (Kube) di Kulonprogo yang diikuti oleh perwakilan Kube Batik Kapanewonan Lendah.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan DIY, Sahat M.T. Panggabean mengatakan pendampingan yang digelar Kamis-Jumat (8-9/4/2021) menghadirkan narasumber dari instansi terkait serta praktisi penjualan online di Kulonprogo.
"Upaya ini merupakan wujud dari komitmen dan partisipasi Kanwil DJPb DIY, serta hasil kerja sama dan sinergi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo untuk memberdayakan masyarakat dengan kegiatan pendampingan dan pemberdayaan ekonomi rakyat melalui Kube. Tujuan utama kegiatan ini yakni akselerasi pemulihan ekonomi nasional [PEN] di Kulonprogo," ujar Sahat saat ditemui, Jumat.
Sahat menyatakan sejatinya pemberdayaan UMKM merupakan gerakan sinergi berbagai pihak, yakni pemerintah sebagai regulator program untuk memberdayakan sekaligus menciptakan iklim usaha yang kondusif, lembaga keuangan yang berperan dalam pembiayaan, serta fasilitator yang berperan mendampingi UMKM.
Dengan pendampingan pemasaran online, diharapkan dapat menambah perluasan pemasaran produk Kube Batik melalui penjualan online atau e-commerce dan marketplace untuk menaikkan akses pemasaran. "Pemasaran produk mencakup pemasaran offline dan didukung pemasaran online sehingga diharapkan dapat menambah potensi penjualan produk," katanya.
Dijelaskan Sahat, peningkatan kemampuan kompetensi sumber daya manusia (SDM) anggota Kube batik khususnya dalam hal pemasaran dan mengelola penjualan secara online pada akhirnya meningkatkan penjualan produk dan pertumbuhan usaha. "Sehingga Kube dapat menjadi unit usaha yang tumbuh lebih produktif dan mandiri, sekaligus membawa nilai tambah bagi masyarakat sekitar sebagai multiplier effect pendampingan," kata Sahat.
Dalam kegiatan ini, Kanwil DJPB DIY juga mendorong peningkatan fasilitasi penguatan modal bagi Kube di Kulonprogo dengan menggandeng Bank BPD DIY. "Sampai Januari 2021 telah tersalurkan penguatan permodalan melalui kredit Pemberdayaan Ekonomi daerah (Pede) senilai Rp58 juta," kata Sahat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.