PDI Perjuangan DIY Peringati 30 Tahun Kudatuli Lewat Panggung Rakyat
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Deputi Kepala BI DIY, Miyono membayar dengan QRIS di Pasar Beringharjo, Jumat (9/4/2021)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) DIY bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja serta 12 Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), mengadakan Bazar PJSP QRIS untuk meng-QRISkan Pasar Beringharjo. Bazar PJSP QRIS akan berlangsung di floating stage, Lantai II, Pasar Beringharjo selama tiga hari pada Jumat (9/4/2021) – Minggu (11/4/2021). Kegiatan ini sebagai upaya menciptakan ekosistem keuangan digital di Kota Jogja.
“Arus digitalisasi yang demikian pesatnya dan peningkatan shifting behaviour masyarakat Indonesia dalam bertransaksi, harus direspons cepat oleh pelaku usaha. Jika tidak, ia akan ketinggalan. Digitalisasi perekonomian khususnya sektor UMKM [usaha mikro kecil dan menengah] adalah keniscayaan. Pandemi Covid-19 membuktikan, UMKM yang survive adalah mereka yang telah terdigitalisasi, baik dari sisi pemasaran maupun pembayaran,” ucap Deputi Kepala BI DIY, Miyono.
Merespons hal tersebut, Pemkot Jogja telah mengeluarkan Surat Keputusan Walikota nomor 71 tentang pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) pada Jumat, 8 Januari 2021. Tim tersebut diharapkan akan mempercepat akseptasi digitalisasi daerah. Selain itu, kolaborasi menjadi kata kunci yang harus dilakukan semua pihak untuk mempercepat digitalisasi daerah.
Dalam Bazar PJSP QRIS yang diselenggarakan BI DIY dan didukung Pemkot Jogja ini akan ada 12 PJSP yang akan bergantian melakukan sosialisasi dan dilanjutkan jemput bola ke masing-masing kios untuk mengajak pedagang mendaftar QRIS.
”Melalui bazaar ini, diharapkan penggunaan QRIS akan semakin masif dilakukan oleh pedagang serta QRIS akan semakin familier di kalangan pedagang khususnya di pasar tradisional. Selain itu, Bank Indonesia juga mengharapkan ke depan seluruh pedagang di Pasar Beringharjo meningkatkan transaksi contactless [nirsentuh] dalam rangka menjaga protokol kesehatan di kala pandemi,” ucap Miyono.
Bazaar ini juga merupakan rangkaian dari acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) QREDIBLE DIY. Penyelenggarakaan Bazaar ini diselenggarakan untuk mendukung tercapainya Program 12 Juta Merchant QRIS di 2021.
Hingga Kamis (1/4/2021), secara nasional sudah terdapat 6,6 juta merchant QRIS. Sementara di DIY, terdapat 183.670 merchant QRIS dari target 312.000 merchant QRIS di 2021.
Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Jogja, Kadri Renggono siap mendukung perluasan penggunaan QRIS ini, dikatakannya bahwa QRIS ini memiliki sejumlah keunggulan untuk bertransaksi. “QRIS ini cepat, mudah, aman dan handal,” ucap Kadri.
Selain itu dengan QRIS ini dapat mencegah beredarnya uang palsu. Terlebih di tengah pandemi ini, transaksi yang minim bersentuhan sangat dianjurkan. Dia mengatakan penggunaan QRIS ini akan menguntungkan banyak pihak. (ADV).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.