RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, mengingatkan kepada guru dan tenaga pendidik serta siswa untuk menerapkan protokol kesehatan selama proses Pembejaran Tatap Muka. Bagi orang tua dan siswa yang belum siap PTM agar tidak dipaksakan, melainkan difasilitasi oleh guru untuk tetap menjalani pembelajaran jarak jauh.
“Yang penting kebisaan dengan 3M harus terus saling mengingatkan,” kata Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya, Sabtu (17/4/2021). Kegatan 3M yang dimaksud adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengenakan masker, dan menjaga jarak.
Disdikpora DIY sudah mencanangkan untuk membuka PTM di 10 sekolah pada 19 April. Kesepuluh sekolah yang melakukan PTM percontohan tersebut adalah SMAN 1 Pajangan Bantul, SMAN 1 Gamping Sleman, SMKN 1 Wonosari Gunungkidul, SMKN 1 Jogja, SMAN 1 Sentolo Kulonprogo, SMAN 9 Jogja, SMAN 2 Playen Gunungkidul, SMKN 1 Pengasih Kulonprogo, SMKN 1 Bantul, dan SMKN 1 Depok Sleman.
Kesepuluh sekolah tersebut sebagai percontohan PTM karena telah memenuhi syarat dari sarana dan prasarana maupun sumber daya manusia (SDM). Bahkan guru-guru dan tenaga kependidikannya sudah menjalani vaksinasi semua, sehingga diharapkan PTM berjalan dengan aman dan lancar.
BACA JUGA: Penamaan Jalan Tol Sheikh Mohamed bin Zayed Tuai Kritik, DPR Sarankan Pakai Nama Pahlawan Nasional
Disdikpora juga akan mengevaluasi PTM di 10 sekolah tersebut selama dua pekan pascadigelarnya PTM. Jika berjalan baik tidak menutup kemungkinan bisa diikuti sekolah lain yang sudah siap sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatannya. “Dua minggu akan evaluasi diikuti oleh sekolah lain yang relative siap,” kata Didik.
Menurut didik bukan berarti PTM serentak, namun secara bertahap sambil menunggu proses vaksinasi guru dan tenaga kependidikan selesai. Harapannya PTM serentak semua sekolah dimulai pada Ajaran Tahun Baru pada Juli mendatang. Sebab target vaksinasi guru dan tenaga kependidikan selesai pada Juni mendatang.
“Mudah-mudahan tahun ajaran baru sudah dilakukan. Kami duah koordinasi dengan Disdik kabupaten dan kota termasuk vaksinasi, termasuk penyiapan sarana dan prasarana di masing- masing sekolah,” kata Didik.
Lebih lanjut Didik mengatakan meski sekolah sudah siap menggelar PTM, namun PTM juga harus melalui persetujuan dari orang tua siswa. Pihaknya tidak akan memaksakan PTM bagi orang tua dan siswa yang masih khawatir terhadap penularan virus Corona selama PTM berlangsung.
Sekolah, kata Didik, akan membuat edaran yang terdiri dari dua pilihan, yakni satu tatap muka atau tidak, kemudian kepala sekolah melakukan survei “Nanti bagi orang tua dan siswa masih takut tentunya harus difasilitasi [dengan pembelajaran] jarak jauh, sifatnya tetap dengan belajar dengan model penugasan penugasan secara online,” ujar Didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Jorge Lorenzo akui teknik menikung Marc Marquez di tikungan kiri mustahil ditiru. Gaya pengereman dan sliding jadi rahasia kehebatan The Baby Alien.
Malas bersih-bersih? Terapkan 7 trik rumah tetap rapi ini. Cukup 10 menit sehari, rumah bersih tanpa menguras tenaga. Cocok untuk Anda yang sibuk!
PSS Sleman menyiapkan kedalaman skuad dan rotasi pemain untuk menghadapi Super League dan League Cup musim 2026/2027.
KPK catat lonjakan OTT Semester I 2026 dengan 7 kepala daerah terjaring. Asset recovery capai Rp 59,99 miliar. Simak data lengkap penindakan korupsi terbaru.
Timnas Indonesia siap hadapi Timor Leste di Stadion Chonburi, Jumat (31/7). Siaran langsung RCTI & iNews. Poin krusial demi tiket semifinal Piala AFF 2026.