KIP Kuliah 2026 Mulai Cair, Ini Hak dan Larangannya
KIP Kuliah 2026 mulai cair. Simak aturan lengkap penerima bantuan, mulai dari masa bantuan, kerja paruh waktu, hingga risiko pencabutan.
Ilustrasi keracunan/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL - Polres Bantul segera merilis pelaku pemberi order takjil maut yang menewaskan Naba Faiz Prasetya, 9, warga Salakan II, Bangunharjo, Sewon.
"InsyaAllah," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi, Kamis (29/4).
Menurut Ngadi, saat ini polisi telah mengantongi identitas dari pemberi order takjil dan berkoordinasi dengan Polresta Jogja. Sebab lokasi order berada di wilayah hukum Polresta Jogja.
Polres Bantul juga belum memeriksa terduga pemberi takjil tersebut. Sejauh ini, petugas baru menyidik dan memadukan keterangan dari saksi dan rekaman CCTV.
"Baru ciri-ciri, untuk identitasnya semoga tidak lama lagi," papar Ngadi.
Terkait hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan berupa bumbu, sate ayam dan lontong, Ngadi menyebutkan jika ada kandungan racun jenis C.
"Hasil sementara positif racun jenis C. Di bumbu dan sate yang ada bumbunya. Intinya di bumbunya," katanya.
Terkait dengan racun jenis C yang dimaksud, Ngadi enggan menjelaskan lebih lanjut. Begitu juga saat ditanya apakah racun jenis C adalah Sianida, Ngadi juga enggan banyak berkomentar.
"Silakan diartikan sendiri [soal kemungkinan racunnya adalah sianida]. Hasil sudah keluar hari ini, tapi fisiknya belum," lanjut Ngadi.
Menurut Ngadi, racun jenis C ini mudah didapatkan. Racun jenis ini terdapat di apotas dan obat tikus.
"Untuk jenisnya ada yang cair dan ada yang padat," kata Ngadi.
Polres, masih kata Ngadi selanjutnya akan berkoordinasi dengan laboratorium untuk mengirimkan hasil sebagai bahan penyidikan. Begitu juga dengan langkah autopsi, Polres berkoordinasi dengan kejaksaan, apakah hasil penyidikan sudah cukup.
"Apa perlu dengan bedah makam?," paparnya.
Ngadi mengungkapkan, sampai Kamis (29/4), Polres telah memeriksa sebanyak lima saksi. Sejauh ini petugas masih menelusuri terkait perempuan yang diduga memesan jasa Bandiman, 47, ayah Naba, secara offline.
"Untuk yang dituju, Tomi, kami dimintai keterangan secara lisan. Untuk umur Tomi sekitar 40 tahun," ucap Ngadi.
Sebelumnya, Naba Faiz Prasetya dinyatakan meninggal dunia, Minggu (25/4) setelah menyantap satai yang diduga beracun.
Sate tersebut diperoleh ayahnya, Bandiman, 47, yang merupakan ojek online dari wanita tak dikenal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KIP Kuliah 2026 mulai cair. Simak aturan lengkap penerima bantuan, mulai dari masa bantuan, kerja paruh waktu, hingga risiko pencabutan.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Wajah bengkak dan sembap bisa jadi tanda stres kronis. Simak penjelasan dokter dan dampaknya bagi kesehatan tubuh dan mental.
Jepang umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Yuto Nagatomo kembali, sementara Mitoma dan Minamino absen karena cedera.
Gerindra sidang anggota DPRD Jember yang viral merokok dan main gim saat rapat stunting. Publik menunggu sanksi dari majelis kehormatan.
Relokasi SDN Nglarang Sleman mulai bergerak. Pembangunan gedung baru ditargetkan mulai Mei 2026 akibat proyek Tol Jogja-Solo.