Celurit Diselipkan di Pinggang, Pemuda Kasihan Ditangkap di Sleman
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
Ilustrasi pembayaran non tunai. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul memastikan baru ada tujuh pengunjung yang menggunakan pembayaran non-tunai QUAT (QIRS Ultimate Automated Transactions), sejak mulai diterapkan di Pantai Parangtritis, Senin (10/5/2021) lalu.
Minimnya sosialisasi membuat banyak pengunjung enggan menggunakan pembayaran non-tunai yang dilaunching, Jumat (7/5/2021) lalu itu.
"Baru tujuh pengguna QUAT. Ini yang jadi perhatian kami," kata Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo, Senin (17/5/2021).
Kwintarto menengarai minimnya sosialisai membuat pengunjung enggan menggunakan aplikasi QUAT. Padahal, banyak pengunjung sejatinya yang memiliki aplikasi e-banking dan paham penggunaan pembayaran nontunai.
Untuk mengakses layanan ini, pengunjung sejatinya tinggal mengandalkan ponsel pintar, dan tab barcode bank ke aplikasi QUAT yang terpasang di TPR Pantai Parangtritis.
Menurut Kwintarto, meski aplikasi QUAT berasal dari BPD DIY, namun aplikasi ini bisa digunakan untuk semua bank. Selain itu, dengan penerapan transaksi ini diharapkan akan mampu mempercepat pelayanan dan mencegah penularan Covid-19.
Baca juga: Awas Corona! Ini Foto-Foto Lautan Manusia di Pantai Parangtritis
"Ke depan sosialisasi harus terus kami tingkatkan. Meski baru sedikit, kami melihat ini adalah langkah awal menuju digitalisasi pembayaran retribusi," kata Kwintarto.
Kepala Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi Wisata, Dispar Bantul Markus Purnomo Adi, mengatakan ada sebanyak 29.612 wisatawan berkunjung ke sejumlah objek wisata di Bantul, Minggu (16/5/2021). Dari jumlah tersebut 20.250 wisatawan mengunjungi Pantai Parangtritis.
Artinya ada peningkatan cukup signifikan sekitar 5.000an pengunjung yang datang ke objek wisata di Bantul dibandingkan Sabtu (15/5/2021).
Sebab, pada Sabtu (15/5/2021), Dispar mencatat ada sebanyak 24.898 pengunjung. Alhasil hal ini berdampak kepada peningkatan pendapatan retribusi, dari Sabtu (15/5/2021) sebesar Rp241,7 juta naik menjadi Rp287,5 juta pada Minggu (16/5/2021).
"Untuk total wisatawan dari 13 hingga 16 Mei mencapai 29.612 orang. Atau total pendapatan sebanyak Rp688,7 juta. Jika dibandingkan empat hari sebelum puasa [40.486 org] jumlah wisatawan selama empat hari libur lebaran naik 75 persen. Dari total wisatawan tersebut, sekitar 70 persen mengunjungi Kawasan Parangtritis," ucap Markus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.