Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 7 September 2026, Cek Lengkap
Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Pakar Kegempaan UII Profesor Sarwidi. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Konsumen perumahan atau masyarakat yang akan membeli rumah jarang memperhatikan aspek kegempaan. Akibatnya pembuat produk atau pengembang belum sepenuhnya menerapkan aturan baku pembuatan bangunan ramah gempa. Selain itu belum ada aturan yang mewajibkan penanggungjawab bangunan harus memberikan jaminan kaitan dengan kegempaan.
Pakar Kegempaan UII Profesor Sarwidi menilai masyarakat saat ini lebih banyak memilih bangunan yang murah sehingga lebih memilih rumah yang berada di bawah standar. Apalagi saat ini belum ada paksaan hukum yang mewajibkan bahwa penanggungjawab pembangunan sebelum menyerahkan ke konsumen harus ada jaminan bahwa bangunan itu sudah didesain sesuai dengan kaidah keamanan kegempaan di wilayah tersebut.
BACA JUGA : Sejumlah Kota Besar di Pulau Jawa Rawan Gempa
Menurutnya pemerintah perlu membuat kebijakan dalam melindungi konsumen atau pembeli rumah agar bangunan yang dijual oleh pengembang telah memenuhi kaidah kegempaan.
“Karena wilayah satu dan lainnya berbeda, Jawa ini sebagian besar rawan juga [terhadap gempa], itu harusnya ada jaminan dari penanggungjawab pembangunan, saat ini belum ada jaminan sehingga konsumen belum ada perlindungan,” katanya dalam peringatan UII Mengenang 17 Tahun Gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Selasa (25/5/2021).
Sarwidi mengatakan terkait kaidah aturan baku untuk pembuatan bangunan ramah gempa sebenarnya sudah ada, namun realisasinya di lapangan jarang diterapkan. Di sisi lain masyarakat sebagai konsumen tidak melakukan pengecekan terhadap kualitas rumah standar kegempaan. Biasanya, masyarakat sudah merasa senang Ketika melihat bangunan tampak menarik tanpa mempelajari detail kualitasnya kegempaannya.
“Masyarakat kalau sudah kelihatan murah, bagus sedikit saja sudah diterima, tidak tahu apakah memenuhi standar kegempaan atau tidak. Kaidahnya sudah ada tetapi pelaksanaan di lapangan sulit, karena masyarakat sudah menerima apa adanya. Ini menjadi tantangan bagi pakar dan praktisi dan pemerintah,” ujarnya.
BACA JUGA : Gempa Magnitudo 6,2 Terasa Sampai Jogja dan Sebagian
Ia menjelaskan saat ini sudah ada teknologi pembuatan rumah tahan gempa dengan biaya murah seperti dengan bahan bata ringan, sehingga tidak memberikan beban berat terhadap suatu bangunan. Selama ini akibat beban berat material itulah yang menjadi penyebab bangunan runtuh saat terjadi gempa.
Material Ringan
“Bata ringan itu ada berbagai macam kualitasnya, artinya ketika ada gempa ada beberapa kriteria kerusakan sesuai dengan kualitasnya seperti halnya kaca mobil saat terkena lemparan. Bata ringan ini cocok,”
Selain bata ringan, lanjutnya, kemudian ditambah dengan serat plastik di sela-selanya. Penggunaan bata ringan ini juga tergolong murah dan mudah dalam penyelesaiannya bangunan. Ia sedang mengembangkan bersama salah satu BUMN membuat bangunan dengan bata ringan dan bisa dicor dalam waktu enam jam selesai pembuatannya.
“Tetapi untuk bahan bata ringan pengecorannya ini kami masih dalam tahap penelitian, karena ada penyusutan material sehingga perlu kami teliti lebih lanjutnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Bek PSS Sleman Christophe Nduwarugira tak gentar menghadapi Dimitar Mitkov yang mencetak brace pada laga debutnya bersama Madura United.
DPRD DIY menyoroti relasi kuasa dalam dugaan kekerasan seksual di pesantren dan meminta mekanisme pengaduan korban diperkuat.
LPS menjamin dana nasabah 13 bank yang ditutup sepanjang 2026 dibayar dalam lima hari, sesuai ketentuan penjaminan.
Harga cabai rawit merah tercatat Rp90.050 per kg dan telur ayam Rp29.900 per kg berdasarkan data PIHPS Nasional, Sabtu 12 September 2026.
Kematian Serda AMF di Mess Psikologi Galaksi diselidiki Pomau. Empat prajurit ditahan, sementara TNI AU membantah korban tewas akibat penganiayaan.