Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Sebanyak 304 warga RT 01 dan Rt 02 Dusun Nglempong, Padukuhan Ngemplak II, Kalurahan Umbulmartani, Kapanewon Ngemplak, menjalani skrining masal pada Kamis (27/5/2021), menyusul temuan 12 kasus positif covid-19. Dusun Nglempong pun memberlakukan lockdown sampai hasil skrining keluar.
Kepala Dukuh Ngemplak II, Bambang Wardono, menjelaskan klaster di Nglempong berawal dari kemunculan dua kasus pada Rabu (19/5/2021) lalu, yang kemudian disusul kasus lainnya baik melalui periksa mandiri maupun tracing, hingga saat ini totalnya terdapat 12 kasus positif.
12 kasus ini terdiri dari lima rumah di dua RT. Dua diantaranya menjalani karantina sementara lainnya isolasi mandiri di rumah. Menindaklanjuti temuan ini, seluruh warga yang berjumlah 304 orang di RT 01 dan RT 02 menjalani rapid antigen pada Kamis (27/5/2021). Dari tes ini, sebanyak 79 warga dinyatakan reaktif dan akan menjalani tes PCR.
Baca juga: 54 Kasus Mutasi Corona Ditemukan di Indonesia
Sementara menunggu hasil PCR, Dusun Nglempong menerapkan lockdown bagi seluruh warganya. “Sebelum hasil swab keluar, kami anggap warga terpapar semua. Jadi jangan sampai warga yang merasa sehat tapi kita tidak tahu membawa virus sampai menyebar keluar. Untuk yang bekerja sudah kami buatkan surat rekomendasi untuk libur. Sampai hasil swab keluar,” ungkapnya.
Adapun untuk warga yang merupakan pekerja harian, dari Satgas Padukuhan kata dia, sudah mengupayakan ketersediaan logistik. “Sudah mengupayakan. Ya seadanya, karena untuk isolasi mandiri dari pemerintah tidak ada. Dari Kalurahan ada, cukup untuk kebutuhan pokok,” katanya.
Di Ngemplak selain Dusun Nglempong, klaster juga muncul di Dusun Dalem, kalurahan Widodomartani. Panewu Ngemplak, Siti Wahyu Purwaningsih, menuturkan hingga saat ini, tercatat sembilan kasus positif di dusun tersebut. “Hari ini dilakukan skrining masal juga,” ujarnya.
Baca juga: Terapi Covid-19 di India Pakai Kotoran Sapi hingga Obat Guru Yoga
Kemunculan klaster ini diawali dengan penemuan dua kasus positif, satu diantaranya meninggal pada 8 mei lalu. meski demikian, ia tidak bisa memastikan jika dua kasus pertama ini merupakan sumber klaster, pasalnya mobilitas masyarakat cukup tinggi, ditambah aktivitas lebaran yang meningkatkan interaksi antar warga.
Lurah Widodomartani, Heruyono, mengatakan skrining dilakukan dua kali, yakni pada Sabtu (22/5/2021) kepada sebanyak 75 orang di RT 01 dan RT 02, kemudian Kamis (27/5/2021) kepada 108 orang di RT 03 dan RT 04. Kepada semua warga yang hasil tesnya reaktif diwajibkan untuk isolasi mandiri sembari menunggu hasil PCR.
“Kami koordinasi dengan satgas Covid-19 Kapanewon dan puskesmas untuk selalu memantau dan mendampingi jalannya pemeriksaan. Kalau isolasi yang positif mendapat jadup [jatah hidup] juga dari kelurahan tapi ala kadarnya, yang penting bantuan. Dusun tidak lockdown, soalnya belum tahu hasil benarnya seperti apa. Kami tidak bisa melockdown dengan hanya dasar reaktif saja,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.