Satgas Dorong Inovasi Pembiayaan untuk Perkuat Konservasi Taman Nasion
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengaku pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak bisa efektif seperti pembelajaran tatap muka dalam penyampaian materi-materi pembelajaran seperti yang ditargetkan dalam kurikulum.
Banyak hal yang tadinya sudah dipersiapkan pembelajaran secara langsung kemudian disampaikan secara daring sehingga hasilnya berbeda. Menurut dia, banyak hambatan baik yang dialami guru maupun siswa . Salah satu bukti kurang efektifnya PJJ adala hasil tes Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) yang tidak sesuai harapan. Namun dia tidak menyebut angka perbandingannya.
“Jadi itu bisa kita lihat misalnya hasil ASPD yang kemarin dilaksanakan di tingkat SMP ternyata hasilnya tidak seperti yang diharapkan, itu salah satu bukti bahwa proses pembelajaran yang sekarang ada degradasi kompetensi anak-anak dibandingkan kalau ada tatap muka,” kata Baskara Aji, Jumat (4/6/2021).
Baca juga: ISI Jogja Akan Gelar Perkuliahan Campuran
PGRI DIY meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Pemda DIY, dan pemerintah kabupaten kota bisa mengatur lebih lanjut target-target kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.
“Kalau kita masih pakai standarisasi yang dulu, standar kelulusan yang dulu, penilaian yang dulu, maka kemudian ada masalah karena itu tidak tercapai. Engga ada yang salah karena memang kondisinya tidak memungkinkan untuk tatap muka,” ucap Baskara Aji,
Selain itu, PGRI DIY juga akan meningkatkan kemampuan guru untuk bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19 agar bisa mengajar secara daring dan lebih efektif. Dia berharap pemerintah kabupaten dan kota juga melakukan hal yang sama.
Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) ini mengatakan sejauh ini belum ada korelasi kondisi pandemi dengan angka putus sekolah. Saat ini meski siswa tidak berangkat ke sekolah namun tetap terdaftar di sekolah, “Enggak ada hubungannya [kondisi pandemi] dengan putus sekolah,” ucap Baskara Aji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
Densus 88 menangkap 11 tersangka dugaan terorisme di enam provinsi. Penyidik menemukan keterhubungan jaringan melalui pertemuan daring.
Gempa Sumba Barat Daya M6,1 merusak 20 rumah dan sejumlah fasilitas. Satu orang luka, 173 personel disiagakan untuk penanganan.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Google menguji pusat data AI di luar angkasa lewat Project Suncatcher dengan membawa empat chip TPU ke orbit.
Gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu pagi, dilaporkan menyebabkan seorang lansia