ISI Jogja Akan Gelar Perkuliahan Campuran

Ilustrasi - Freepik
04 Juni 2021 19:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pandemi Covid-19 yang belum berakhir membuat Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta belum bisa memastikan metode perkuliahan yang akan diterapkan pada tahun ajaran 2021/2022 September mendatang.

Meski punya rancangan untuk menggelar sistem perkuliahan campuran (blended learning) yang memadukan luring dan daring pada tahun ajaran baru, penerapannya masih menunggu perkembangan pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Begini Perkembangan Tol Jogja-YIA Setelah Ada Masalah di Mlangi

"Kami ingin di tahun ajaran depan dilakukan sistem pengajaran blanded. Tapi, tentu menunggu perkembangan Covid-19 dulu," kata Rektor ISI Yogyakarta Agus Burhan, Jumat (4/6) siang.

Pembelajaran daring, bisa dilakukan untuk perkuliahan umum. Adapun untuk pembelajaran luring, saat ini ISI sedang mempersiapkan sejumlah sarana dan prasarana. Pembelajaran luring, dinilai Agus penting, karena banyak perkuliahan menuntut praktik.

"Nantinya setiap prodi akan dilengkapi mobile kamera dan setiap fakultas ada studio video conference untuk membantu perkuliahan," kata dia.

Saat ini ISI Yogyakarta tengah membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) yang menampung 1.255 mahasiswa, terdiri dari 339 (jalur SNMPTN), 437 (jalur SBMPTN), dan 443 (jalur Mandiri).

Jalur Mandiri Sarjana dan Diploma ini dibuka sejak 2 Juni hingga 6 Juli 2021. Adapun pendaftaran dilakukan secara online melalui laman https://pmb.isi.ac.id.

Pembantu Rektor I ISI Yogyakarta, Stepanus Hanggar Budi Prasetya, mengatakan dasar seleksi ialah prestasi SMA/SMK/MA/Paket C semua jurusan yang dibuktikan dengan ijazah/STTB dan SKHUN.

Lulusan 2021 wajib membuktikan diri dengan Surat Keterangan Lulus disertai hasil nilai ujian sekolah atau Surat Keterangan Kelas XII disertai nilai rapor Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika semester 3, 4, dan 5 yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah.

"Sementara untuk pendaftar yang pernah tercatat sebagai mahasiswa di tempat kami, harus melaporkan secara tertulis kepada panitia. Untuk proses seleksi secara online dengan cara mengunggah dokumen akademik dan karya/portofolio dan persyaratan lain melalui laman kami," katanya.

Hasilnya akan diumumkan pada 5 Agustus mendatang.