Umat Buddha Gelar Ritual Waisak di Sungai Mudal Kulonprogo
Umat Buddha Kulonprogo gelar Tribuana Manggala Bakti di Sungai Mudal sebagai rangkaian Waisak 2026 dengan konsep ekoteologi dan pelestarian alam.
Pernikahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Angka pernikahan di Kabupaten Kulonprogo tercatat terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Data Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulonprogo menunjukkan jumlah pasangan yang menikah pada 2023 hingga 2025 selalu turun setiap tahunnya. Fenomena ini dipengaruhi berbagai faktor yang mendominasi pola pikir generasi muda.
Kepala Seksi Bina Masyarakat Islam Kankemenag Kulonprogo, Qomaruzzaman, mengatakan generasi saat ini cenderung menunda pernikahan karena ingin lebih dulu mencapai kemapanan.
“Sekarang banyak anak muda merasa harus mapan secara finansial, karier, dan masa depannya dulu. Pertimbangannya jauh lebih banyak dibandingkan generasi sebelumnya,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Menikah di Usia Lebih Matang
Ia menuturkan rata-rata pasangan menikah pada rentang usia 25 tahun ke atas, bahkan mendekati 30 tahun atau lebih. Kekhawatiran tidak mampu menghidupi keluarga kerap membuat mereka memilih menunda.
“Positifnya, generasi sekarang lebih matang memahami pernikahan, tidak asal memilih maupun asal melangkah,” kata Qomaruzzaman.
Meski begitu, ia mengingatkan agar terlalu banyak pertimbangan tidak justru membuat seseorang takut berkomitmen. Bila seseorang telah memiliki pekerjaan tetap, usia matang, serta pasangan yang sejalan, menurutnya tidak ada alasan untuk terus menunda.
“Pernikahan tidak seseram yang dibayangkan. Jika sudah punya pasangan yang tepat dan pekerjaan tetap, tidak perlu takut,” tegasnya.
Pengaruh Sosial Media dan Faktor Demografis
Selain kekhawatiran finansial, Qomaruzzaman menilai media sosial menjadi faktor yang cukup kuat memengaruhi psikologis calon pasangan. Konten mengenai kehidupan pernikahan yang rumit hingga perceraian sering kali membuat generasi muda ragu melangkah.
“Konten-konten semacam itu membuat banyak orang takut menikah karena membayangkan pernikahan selalu berat,” ungkapnya.
Di sisi lain, penurunan angka pernikahan juga dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah penduduk Kulonprogo. Hal ini merupakan dampak dari keberhasilan program keluarga berencana (KB) yang menekan laju pertumbuhan penduduk.
Kankemenag Kulonprogo mencatat pada ahun 2023 tercatat 2.430 pasangan menikah, tahun 2024 angkanya turun menjadi 2.260 pasangan dan 2025 kembali turun menjadi 2.014 pasangan. “Selama tiga tahun terakhir, angkanya terus menurun,” kata Qomaruzzaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Umat Buddha Kulonprogo gelar Tribuana Manggala Bakti di Sungai Mudal sebagai rangkaian Waisak 2026 dengan konsep ekoteologi dan pelestarian alam.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.