Advertisement
Pemda DIY Perkuat Wisata Berbasis Experience Economy
Kusir menyiapkan andongnya di Malioboro. - Harian Jogja.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memastikan paket wisata yang ditawarkan di wilayahnya telah mengedepankan pengalaman bermakna bagi wisatawan, seiring meningkatnya tren experience economy pada 2025–2026.
Kepala Bapperida DIY, Danang Setiadi, menjelaskan experience economy merupakan konsep ekonomi yang menempatkan pengalaman, emosi, cerita, dan memori sebagai nilai utama, bukan sekadar produk atau jasa. Menurutnya, pariwisata Jogja sejatinya telah lama menerapkan konsep tersebut melalui kekayaan budaya yang dimiliki.
Advertisement
“Walaupun tidak menggunakan diksi experience economy, pada praktiknya pariwisata Jogja sudah menerapkan hal tersebut,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Untuk memperkuat sektor ini, Pemda DIY berupaya menjaga budaya sebagai sumber inspirasi sekaligus kekuatan ekonomi, antara lain melalui penciptaan pemandu wisata yang mampu menceritakan kebudayaan Jogja secara menarik dan kontekstual.
BACA JUGA
Untuk mendorong penguatan sektor ini, Pemda DIY berupaya menjaga budaya itu sendiri sebagai sumber inspirasi, juga memanfaatkan dan menggunakan budaya itu untuk kekuatan ekonomi. “Contoh kegiatan yang dilakukan Pemda DIY dengan menciptakan pemandu wisata yang mampu menceritakan mengenai kebudayaan Jogja,” katanya.
Di samping itu, Pemda DIY berkolaborasi dengan industri untuk menciptakan paket-paket wisata yang menyajikan pengalaman pada wisatawan mengenai seni tradisi budaya Jogja. “Keramahan warga Jogja menjadi modal untuk menciptakan suasana makro yang membuat orang yang datang ke Jogja merasa menjadi bagian dari daur hidup Jogja,” paparnya.
Desa wisata yang ada di Jogja menjadi potensi untuk experience tourism dengan menghadirkan pengalaman hidup masyarakat Jogja. “Ada juga wisata dengan kepemanduan atau storytelling khusus yang menawarkan cerita sejarah seperti Jelajah Wisata Kotagede atau trekking alam seperti di TNGM [Taman Nasional Gunung Merapi],” ungkapnya.
Sebelumnya, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan berdasarkan analisis Celios, proyeksi perputaran uang dari tren experience economy 2026 secara nasional mencapai Rp442,2 triliun.
“Potensi experience economy di Jogja cukup besar karena menjadi destinasi wisata mulai dari wellness, cafe, atraksi budaya, konser musik dan pameran seni. Ada 5 juta lebih pelancong ke Jogja selama natal dan tahun baru, sebagian melakukan belanja experience economy,” kata dia.
Penguatan wisata berbasis pengalaman ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pariwisata DIY sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
10 Destinasi Terfavorit di Sleman Selama Libur Nataru, Ini Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




