Advertisement

Peneliti UGM Kaji Sistem Produksi Kerbau Berbasis Lokal

Catur Dwi Janati
Kamis, 08 Januari 2026 - 05:47 WIB
Sunartono
Peneliti UGM Kaji Sistem Produksi Kerbau Berbasis Lokal Susu sapi - Foto dibuat oleh AI - StockCake

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Peneliti Fakultas Peternakan UGM mengembangkan sistem produksi kerbau berkelanjutan berbasis kearifan lokal untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.

Riset bertajuk Kerbau untuk Indonesia (KuI) ini dilakukan di Aceh, Sumatera Utara, dan Kalimantan Selatan dengan menelaah sistem produksi Kerbau Gayo, Tapanuli, dan Kalang. Penelitian menitikberatkan pada peningkatan produktivitas ternak tanpa mengabaikan fungsi sosial, budaya, dan ekologis kerbau di masyarakat.

Advertisement

Peneliti UGM Prof. Tri Satya Mastuti menyebut kerbau memiliki peran strategis sebagai sumber daging, susu, tenaga pertanian, serta simbol budaya di berbagai daerah, namun populasinya terus menurun akibat sistem pemeliharaan tradisional dan alih fungsi lahan.

Penelitian ini dilaksanakan pada Mei–November 2024 dengan mengambil lokasi pada sistem produksi Kerbau Gayo di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh; Kerbau Tapanuli di Kabupaten Toba dan Samosir, Provinsi Sumatera Utara; serta Kerbau Kalang di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Menurut peneliti yang akrab disapa Vitri itu, kerbau merupakan salah satu ternak strategis di Indonesia yang berperan penting dalam mendukung kemandirian pangan nasional. Kerbau dapat berkontribusi melalui produksi daging dan susu, penyediaan tenaga kerja pertanian, maupun nilai sosial, budaya, dan ekologis. 

Di sejumlah daerah, kerbau kata Vitri telah menjadi identitas dan bagian dari budaya kolektif masyarakat setempat. Di Kalimantan Selatan, kerbau Kalimantan atau biasa disebut dengan kerbau kalang dijelaskan Vitri juga berfungsi menjaga ekosistem rawa dan mendukung konservasi lahan basah.

"Sayangnya, populasi kerbau di Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya produktivitas, dominasi sistem pemeliharaan ekstensif dan tradisional, alih fungsi lahan penggembalaan, konflik pemanfaatan ruang, serta lemahnya kelembagaan peternak," terang Vitri dikutip pada Rabu (7/1/2026).

Penelitian Vitri dilakukan melalui pendekatan holistik dan terintegrasi untuk menilai dan merancang sistem produksi kerbau yang berkelanjutan. Analisis dilakukan dengan menitikberatkan pada tiga dimensi keberlanjutan, yaitu ekonomi, ekologi dan sosial, pada berbagai level sistem produksi, mulai dari tingkat ternak, peternak, hingga wilayah.

Ada empat fokus utama dalam penelitian tersebut. Empat fokus itu meliputi empat hal, yaitu analisis keragaman genetik, karakter fenotip, dan keberlanjutan sistem produksi Kerbau Kalang, perancangan sistem produksi kerbau rawa yang berkelanjutan dengan pendekatan sistem di Kalimantan Selatan, analisis dan penilaian keberlanjutan sistem produksi Kerbau Gayo, Tapanuli, dan Kalang secara holistik dan terintegrasi serta transformasi sistem produksi Kerbau Gayo dan Kerbau Kalang menuju sistem yang lebih berkelanjutan.

Melalui pengukuran status keberlanjutan tersebut, penelitian ini menghasilkan berbagai desain dan skenario pengembangan sistem produksi kerbau yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, pelestarian lingkungan, serta penguatan peran sosial-budaya kerbau di masing-masing wilayah.

Hasil penelitian ini selanjutnya disusun beberapa publikasi ilmiah dan sebuah Policy Brief : Etnosilvopastura untuk Gayo Lues: Sebuah usulan Pengembangan Peternakan Kerbau Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal’.  Hingga saat ini, penelitian terkait kerbau , khususnya di Gayo, Tapanuli dan Kalimantan Selatan masih dilanjutkan dengan penerapan permodelan / skenario sistem produksi kerbau yang berkelanjutan.

Melalui penguatan sistem produksi kerbau berbasis kearifan lokal, riset ini diharapkan menjadi pijakan kebijakan untuk mendukung kemandirian pangan dan pelestarian ternak lokal Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Bonus Atlet SEA Games Rp480 Miliar Dipastikan dari APBN

Bonus Atlet SEA Games Rp480 Miliar Dipastikan dari APBN

News
| Kamis, 08 Januari 2026, 23:47 WIB

Advertisement

10 Destinasi Terfavorit di Sleman Selama Libur Nataru, Ini Daftarnya

10 Destinasi Terfavorit di Sleman Selama Libur Nataru, Ini Daftarnya

Wisata
| Kamis, 08 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement