Advertisement
Polisi Usut Kasus Anjing Mangsa Kambing di Minggir Sleman
Kondisi kambing setelah terkena gigitan anjing liar di Dusun Serut, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, Selasa (22/1).-Ist - Polsek Pengasih
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN— Dua ekor kambing milik warga di Kapanewon Minggir ditemukan mati setelah diduga diserang dua anjing pada Kamis (8/1/2026) dini hari. Kepolisian masih menelusuri kepemilikan hewan tersebut dan memastikan apakah anjing yang terlibat merupakan hewan liar.
Informasi mengenai peristiwa itu sebelumnya ramai di media sosial, yang menyebutkan adanya anjing memangsa ternak domba di wilayah Tobayan, Kalurahan Sendangrejo, Minggir. Menindaklanjuti laporan warga, polisi langsung turun ke lokasi.
Advertisement
Kapolsek Minggir, AKP Sanika Yuli Pramadoni, membenarkan pihaknya telah melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara. Ia menyatakan penyelidikan masih berlangsung, khususnya terkait pemilik anjing yang diduga menyerang kambing warga.
“Kami sudah mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan. Sementara ini masih lidik terkait kepemilikan anjing,” ujar Sanika, Jumat (9/1/2026).
BACA JUGA
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Dua kambing milik seorang warga bernama Suyudi ditemukan dalam kondisi luka parah di bagian perut. Sanika menjelaskan kandang ternak berada cukup jauh dari permukiman dan minim pengamanan, sehingga mudah diakses hewan liar.
“Kambing milik korban karena kandangnya agak jauh dari permukiman dan tidak ada pengamannya. Anjing dua ekor menggigit anak kambing di bagian perut,” katanya.
Meski baru digigit, kedua kambing itu meninggal. Sanika menyebut peternak merugi dua ekor ternak. Warga sempat merekam anjing berwarna hitam dan cokelat yang diduga sebagai pelaku serangan.
“Dua-duanya mati. Anjingnya dua ekor, hitam dan cokelat,” imbuhnya.
Sambil mendalami kasus tersebut, Sanika meminta warga—terutama peternak—meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan ternaknya. Pengamanan kandang perlu diperketat untuk mencegah kejadian serupa.
“Imbauannya agar meningkatkan kewaspadaan terkait anjing liar dan memperketat pengamanan kandang,” tegasnya.
Ia menambahkan, ada kemungkinan anjing yang menyerang merupakan hewan liar, tetapi kepastian itu masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
“Untuk sementara ada kemungkinan anjing liar, tetapi masih kami selidiki,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




