Advertisement
Progres Jalan Kelok 23 Bantul-Gunungkidul Capai 88,58 Persen
JJLS Kelok 18 / Foto ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pembangunan Jalan Kretek–Girijati atau Kelok 23 per Januari 2026 telah mencapai progres 88,58 persen dan melampaui target kontrak yang ditetapkan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) DIY.
Capaian tersebut menunjukkan pekerjaan konstruksi utama jalan penghubung Bantul dan Gunungkidul itu telah memasuki tahap akhir, meski target penyelesaian baru dijadwalkan pada Agustus 2026.
Advertisement
Seluruh pekerjaan struktur beton bertulang di sepanjang trase 5 kilometer telah rampung di 30 titik. Pekerjaan galian dan timbunan juga telah diselesaikan dan kini difokuskan pada pengerasan jalan serta penyelesaian jembatan dan perlindungan lereng di kawasan Kelok 23.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Satker PJN DIY, Ridwan Subarkah menyebut, bisa dikatakan pekerjaan konstruksi utama jalan yang ditargetkan selesai pada Agustus 2026 itu kini sudah memasuki tahap akhir.
BACA JUGA
“Secara keseluruhan progres proyek sudah melampaui rencana dengan deviasi positif sekitar 5,38 persen. Ini menunjukkan pekerjaan berjalan cukup baik, termasuk di area Kelok 23 yang menjadi salah satu titik paling menantang,” kata Ridwan, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, seluruh pekerjaan struktur beton bertulang di sepanjang trase sepanjang 5 kilometer telah rampung 100 persen di 30 lokasi. Selain itu, pekerjaan galian dan timbunan (cut and fill) di sejumlah zona utama juga telah selesai dan kini dilanjutkan dengan pekerjaan pengerasan jalan.
Untuk pekerjaan jembatan di STA 1+974 telah selesai sepenuhnya, mulai dari bored pile, pile cap, erection girder, hingga pengaspalan dan pemasangan ornamen railing khas DIY. Sementara itu, jembatan di STA 3+625 dengan bentang 40,6 meter telah menyelesaikan seluruh pekerjaan bored pile dan saat ini menunggu tahapan pengujian PDA sebelum masuk ke pekerjaan struktur atas.
Ridwan menambahkan, pekerjaan perlindungan lereng di kawasan berkelok dan berkontur curam juga terus dikebut. Perlindungan lereng dengan metode shotcrete yang memakai beton khusus telah mencapai sekitar 80 persen, sedangkan pekerjaan timbunan tinggi menggunakan struktur bronjong dan geogrid sudah menembus 92 persen.
“Karakteristik medan di Kelok 23 memang membutuhkan penanganan khusus. Fokus kami bukan hanya mengejar target waktu, tetapi juga memastikan stabilitas lereng dan aspek keselamatan pengguna jalan ke depan,” ujarnya.
Proyek Jalan Kretek–Girijati sendiri ditargetkan rampung pada Agustus 2026 dengan total durasi kontrak 1.024 hari kalender sejak November 2023. Jalan ini diharapkan menjadi akses alternatif selatan DIY yang lebih aman dan efisien, sekaligus membuka konektivitas kawasan pesisir Bantul dan Gunungkidul.
Dengan sisa waktu pekerjaan sekitar 230 hari atau 22,46 persen dari total durasi kontrak, Ridwan optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal. “Kami terus melakukan monitoring ketat di lapangan agar mutu dan keselamatan konstruksi tetap terjaga sampai proyek selesai,” pungkasnya.
Jalan Kretek–Girijati diharapkan menjadi akses alternatif selatan DIY yang lebih aman, sekaligus memperkuat konektivitas kawasan pesisir Bantul dan Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Longsor Gunung Sampah di Cebu Filipina: 1 Tewas, 38 Hilang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Buruh di DIY Desak Revisi UMP 2026, Tuntut Minimal Upah Rp4 Juta
- Longsor Susulan Sempat Tutup Akses Warga Wonolelo Pleret Bantul
- Tak Kuat Menanjak Truk Bermuatan Kayu Tabrak Mobil di Dlingo Bantul
- Korsleting Picu Kebakaran Rumah Lansia di Kulonprogo
- Sering Timbul Genangan, Luweng Gabluk Ponjong Dinormalisasi Tahun Ini
Advertisement
Advertisement




