Pilur Bantul 2026, 6 Kalurahan Jadi Perhatian Khusus
Pemkab Bantul memberi perhatian khusus pada enam kalurahan menjelang Pilur 4 Oktober 2026 karena memiliki potensi kerawanan.
JJLS Kelok 18 - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pembangunan Jalan Kretek–Girijati atau Kelok 23 per Januari 2026 telah mencapai progres 88,58 persen dan melampaui target kontrak yang ditetapkan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) DIY.
Capaian tersebut menunjukkan pekerjaan konstruksi utama jalan penghubung Bantul dan Gunungkidul itu telah memasuki tahap akhir, meski target penyelesaian baru dijadwalkan pada Agustus 2026.
Seluruh pekerjaan struktur beton bertulang di sepanjang trase 5 kilometer telah rampung di 30 titik. Pekerjaan galian dan timbunan juga telah diselesaikan dan kini difokuskan pada pengerasan jalan serta penyelesaian jembatan dan perlindungan lereng di kawasan Kelok 23.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Satker PJN DIY, Ridwan Subarkah menyebut, bisa dikatakan pekerjaan konstruksi utama jalan yang ditargetkan selesai pada Agustus 2026 itu kini sudah memasuki tahap akhir.
“Secara keseluruhan progres proyek sudah melampaui rencana dengan deviasi positif sekitar 5,38 persen. Ini menunjukkan pekerjaan berjalan cukup baik, termasuk di area Kelok 23 yang menjadi salah satu titik paling menantang,” kata Ridwan, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, seluruh pekerjaan struktur beton bertulang di sepanjang trase sepanjang 5 kilometer telah rampung 100 persen di 30 lokasi. Selain itu, pekerjaan galian dan timbunan (cut and fill) di sejumlah zona utama juga telah selesai dan kini dilanjutkan dengan pekerjaan pengerasan jalan.
Untuk pekerjaan jembatan di STA 1+974 telah selesai sepenuhnya, mulai dari bored pile, pile cap, erection girder, hingga pengaspalan dan pemasangan ornamen railing khas DIY. Sementara itu, jembatan di STA 3+625 dengan bentang 40,6 meter telah menyelesaikan seluruh pekerjaan bored pile dan saat ini menunggu tahapan pengujian PDA sebelum masuk ke pekerjaan struktur atas.
Ridwan menambahkan, pekerjaan perlindungan lereng di kawasan berkelok dan berkontur curam juga terus dikebut. Perlindungan lereng dengan metode shotcrete yang memakai beton khusus telah mencapai sekitar 80 persen, sedangkan pekerjaan timbunan tinggi menggunakan struktur bronjong dan geogrid sudah menembus 92 persen.
“Karakteristik medan di Kelok 23 memang membutuhkan penanganan khusus. Fokus kami bukan hanya mengejar target waktu, tetapi juga memastikan stabilitas lereng dan aspek keselamatan pengguna jalan ke depan,” ujarnya.
Proyek Jalan Kretek–Girijati sendiri ditargetkan rampung pada Agustus 2026 dengan total durasi kontrak 1.024 hari kalender sejak November 2023. Jalan ini diharapkan menjadi akses alternatif selatan DIY yang lebih aman dan efisien, sekaligus membuka konektivitas kawasan pesisir Bantul dan Gunungkidul.
Dengan sisa waktu pekerjaan sekitar 230 hari atau 22,46 persen dari total durasi kontrak, Ridwan optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal. “Kami terus melakukan monitoring ketat di lapangan agar mutu dan keselamatan konstruksi tetap terjaga sampai proyek selesai,” pungkasnya.
Jalan Kretek–Girijati diharapkan menjadi akses alternatif selatan DIY yang lebih aman, sekaligus memperkuat konektivitas kawasan pesisir Bantul dan Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memberi perhatian khusus pada enam kalurahan menjelang Pilur 4 Oktober 2026 karena memiliki potensi kerawanan.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.