Advertisement
Ledakan Mercon Bantul, Polisi Telusuri Asal Mesiu
Ilustrasi Ledakan. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Kasus ledakan mercon Bantul yang terjadi di Padukuhan Ngunan Unan, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Minggu (22/2) pagi, masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Polisi kini menelusuri asal bubuk mesiu yang digunakan dalam peristiwa tersebut.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyampaikan korban hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit sehingga polisi belum dapat memastikan dari mana bubuk mercon itu diperoleh.
Advertisement
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami belum mengetahui secara pasti asal bubuk mercon karena korban masih menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Rita, Senin (23/2).
Sejumlah langkah awal telah dilakukan aparat, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan mercon Bantul. Polisi juga mengamankan sisa bahan peledak yang ditemukan di lokasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
BACA JUGA
Selain itu, aparat mulai menghimpun keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Keterangan tersebut diperlukan untuk memperjelas kronologi ledakan mercon Bantul yang mengakibatkan korban luka.
Berdasarkan informasi awal, ledakan diduga terjadi ketika dua remaja sedang merakit mercon di teras rumah sambil merokok. Percikan api diduga menyambar bubuk mesiu sehingga memicu ledakan.
Rita menambahkan, kepastian terkait kemungkinan proses hukum masih menunggu hasil penyelidikan secara menyeluruh. Polisi akan menentukan langkah lanjutan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dan pengumpulan bukti rampung.
“Masih diselidiki. Kami juga masih perlu meminta keterangan kepada para korban terlebih dahulu,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kepemilikan maupun peracikan bahan peledak tanpa izin merupakan pelanggaran hukum. Karena itu, masyarakat diimbau tidak membuat, menyimpan, atau merakit mercon secara sembarangan demi mencegah ledakan mercon Bantul terulang kembali.
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyayangkan insiden tersebut dan mengingatkan warga Projotamansari untuk tidak bermain mercon selama bulan Ramadan.
"Tolong gunakan akal sehat, mercon itu membahayakan. Sudah ada korban. Jangan menyulut mercon, mari kita jaga ketenangan selama Ramadan. Jaga diri, jangan merugikan diri sendiri dan orang lain," ucap Bupati, seraya menekankan pentingnya menjaga keamanan lingkungan selama Ramadan agar kasus ledakan mercon Bantul tidak kembali terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
Advertisement
Advertisement







