Bau Kabel Terbakar Tercium Sebelum Rumah di Bantul Dilalap Api

Kiki Luqman
Kiki Luqman Rabu, 20 Mei 2026 16:27 WIB
Bau Kabel Terbakar Tercium Sebelum Rumah di Bantul Dilalap Api

Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. - Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Kebakaran rumah di kawasan Krapyak Wetan, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, terjadi pada Rabu (20/5) dini hari dan sempat membuat warga sekitar panik sebelum api berhasil dikendalikan oleh petugas.

Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, namun sejumlah bagian bangunan serta isi rumah mengalami kerusakan cukup signifikan akibat cepatnya api menjalar di dalam rumah.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Bantul, Kristanto Kurniawan, menjelaskan bahwa pemilik rumah, Hatta Tantular, sebenarnya telah mencurigai adanya gangguan pada instalasi listrik sejak beberapa jam sebelum kejadian.

"Sejak sore hari pemilik rumah sempat mencium aroma seperti kabel terbakar. Namun saat dilakukan pengecekan, sumber bau tersebut belum ditemukan," ujar Kristanto, Rabu (20/5/2026).

Kondisi tersebut menjadi tanda awal sebelum akhirnya kebakaran benar-benar terjadi pada sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, pemilik rumah melihat adanya percikan api yang muncul dari area stop kontak di belakang lemari plastik.

Api yang awalnya kecil tersebut kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke berbagai bagian rumah, terutama area yang berisi perabotan rumah tangga.

"Awalnya api terlihat dari area stop kontak, lalu merambat dan membakar bagian bangunan di sekitarnya," katanya.

Menyadari situasi darurat, pemilik rumah segera meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tidak lama setelah laporan diterima, petugas gabungan tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.

Dalam proses penanganan, petugas dari Damkar Kota Yogyakarta turut membantu BPBD Bantul bersama relawan guna memastikan api tidak merambat ke rumah lain di sekitar lokasi.

Api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke permukiman padat di sekitar rumah korban. Namun, sejumlah barang dan bagian bangunan tidak dapat diselamatkan, mulai dari rangka atap, genting, usuk, hingga berbagai perabot rumah tangga seperti televisi, kulkas, kompor, hingga peralatan dapur lainnya.

Kristanto menyebutkan, total kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta. Kerusakan paling banyak terjadi pada bagian bangunan rumah dan perlengkapan elektronik.

"Tidak ada korban dalam kejadian ini. Kerusakan lebih banyak terjadi pada bangunan rumah dan sejumlah barang elektronik maupun perlengkapan rumah tangga," kata Kristanto.

Dari hasil penanganan awal, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh hubungan arus pendek listrik atau korsleting yang berasal dari area stop kontak dan kemudian memunculkan percikan api.

"Indikasi sementara mengarah pada korsleting listrik yang memunculkan percikan api hingga akhirnya memicu kebakaran," ujarnya.

Pihak BPBD Bantul juga kembali mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing, terutama jika muncul gejala awal seperti bau kabel terbakar yang tidak biasa, karena hal tersebut bisa menjadi tanda potensi bahaya kebakaran yang perlu segera ditangani sebelum berkembang lebih besar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online