PSIM vs Madura United Malam Ini, 302 Personel Disiagakan di SSA Bantul
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.
Ilustrasi pos ronda./JIBI-Solopos
Harianjogja.com, BANTUL — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Bantul tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat hingga tingkat dusun dinilai menjadi kunci utama dalam menekan berbagai potensi gangguan sosial, mulai dari peredaran minuman keras hingga kenakalan remaja.
Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menegaskan bahwa kepolisian telah menjalankan berbagai langkah preventif maupun penindakan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Salah satunya melalui program “Orang Tua Memanggil” yang menyasar pembatasan aktivitas anak dan remaja di luar rumah pada malam hari.
Selain itu, operasi pemberantasan minuman keras juga terus diperketat. Dalam beberapa waktu terakhir, penertiban dilakukan di puluhan titik yang diduga menjadi lokasi penjualan miras ilegal di wilayah Bantul.
“Masyarakat tidak perlu khawatir keluar rumah pada malam hari di wilayah Bantul, kami pastikan keamanan terjaga,” ujar Bayu, Jumat (22/5/2026).
Peran Keluarga dan Lingkungan Ditekankan
Bayu menegaskan, menjaga keamanan tidak cukup hanya dengan penindakan hukum. Pendekatan pembinaan kepada pelajar dan pemetaan potensi gangguan, termasuk kekerasan jalanan yang melibatkan remaja, juga terus dilakukan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Direktur Binmas Polda DIY Kombes Pol Bagiyo Hadi Kurniyanto menyoroti meningkatnya berbagai persoalan sosial yang masih sering dikeluhkan masyarakat. Di antaranya peredaran obat terlarang, minuman keras, serta tawuran pelajar.
Ia mengapresiasi langkah aparat dalam menertibkan tempat penjualan miras karena dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan keamanan saat ini semakin kompleks, dipengaruhi faktor ekonomi hingga dinamika sosial yang berkembang di masyarakat.
Remaja Jadi Kelompok Rentan
Bagiyo menambahkan, sebagian besar pelaku kekerasan jalanan saat ini masih didominasi anak-anak dan remaja. Lingkungan pergaulan, konsumsi minuman keras, hingga penyalahgunaan obat-obatan disebut menjadi faktor pemicu utama yang perlu diwaspadai bersama.
“Peran keluarga adalah yang utama dalam membina anak. Kita harus peka melihat perubahan perilaku anak sejak dini sebagai indikasi awal masalah,” tegasnya.
Ia juga mengimbau agar pemerintah kalurahan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di setiap dusun untuk memperkuat pengawasan berbasis masyarakat.
Masyarakat Diminta Tidak Main Hakim Sendiri
Polisi juga mengingatkan warga agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri ketika menemukan dugaan pelanggaran hukum. Seluruh temuan di lapangan diharapkan segera dilaporkan kepada aparat kepolisian agar dapat ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Dengan kolaborasi antara aparat, pemerintah, keluarga, dan masyarakat, keamanan lingkungan di Bantul diharapkan dapat terjaga lebih optimal dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.
Simak cara menyalakan genset saat listrik padam dengan aman agar terhindar dari korsleting dan kerusakan mesin.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku Cerdas Mengolah Sampah Mandiri Bersama Komunitas
Cek jadwal terbaru KRL Jogja–Solo 23 Mei 2026. Berangkat tiap jam, tarif Rp8.000, rute Tugu–Palur lengkap.
Timnas Indonesia umumkan 44 pemain untuk FIFA Matchday Juni 2026. Cek daftar lengkap skuad vs Oman dan Mozambik.