El Nino Ancam Bantul! BPBD Siapkan Strategi Antisipasi Kekeringan

Kiki Luqman
Kiki Luqman Sabtu, 16 Mei 2026 12:17 WIB
El Nino Ancam Bantul! BPBD Siapkan Strategi Antisipasi Kekeringan

Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, BANTUL —Potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai diantisipasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul. Meski hingga pertengahan Mei 2026 belum ada permintaan bantuan air bersih dari masyarakat, langkah kesiapsiagaan sudah mulai dilakukan.

BPBD memastikan berbagai skenario dampak kekeringan telah disiapkan, terutama untuk wilayah yang selama ini menjadi langganan krisis air saat musim kemarau.

Ancaman el Nino di Bantul

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan pihaknya telah menyiapkan anggaran khusus untuk distribusi air bersih.

“Belum ada permintaan droping air bersih sampai sekarang, tetapi persiapan tetap kami lakukan,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

BPBD Bantul mengalokasikan sekitar Rp20 juta untuk kebutuhan awal droping air bersih. Dana tersebut diperkirakan mampu digunakan untuk sekitar 400 tangki air jika kekeringan mulai melanda.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menegaskan bahwa El Nino tidak hanya berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga memicu risiko lain.

Dampak tersebut meliputi potensi kebakaran lahan, gangguan kesehatan, hingga penurunan produktivitas pertanian.

“Fenomena El Nino bisa berdampak luas, tidak hanya air bersih tetapi juga sektor lain. Ini yang perlu diantisipasi,” jelasnya.

Pemetaan Potensi Bencana

Sejumlah wilayah di Bantul telah dipetakan sebagai kawasan rawan saat musim kemarau, terutama berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

Daerah seperti Pleret, Imogiri, Pundong, hingga Kretek masuk dalam daftar wilayah yang mendapat perhatian khusus.

Khusus Imogiri dan Nawungan, disebut memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap kekeringan berkepanjangan dan potensi kebakaran lahan.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Bantul telah mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat dan kelompok tani untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

"Semoga masyarakat dan petani memahami SE tersebut," harapnya.

Siapkan Personel dan Armada

Selain itu, kesiapan personel dan armada juga mulai disiagakan untuk menghadapi kemungkinan darurat kekeringan.

BPBD Bantul mengimbau masyarakat untuk mulai bijak dalam penggunaan air bersih serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau tahun ini.

"Kami siap mengantisipasi dampak dari El Nino tahun ini," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online