Tol Jogja-Solo Seksi 2 Sleman: Pemasangan Girder dan Ramp Off Dikebut
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Sleman terus dikebut. Pemasangan girder di Ring Road Utara ditarget selesai Juni 2026, termasuk pembangunan ramp off.
Potret pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman dari atas./Istimewa -- PT Adhi Karya
Harianjogja.com, SLEMAN—Gerbang Tol Trihanggo yang tengah dibangun di kawasan Trihanggo, Sleman, kini mulai menunjukkan identitas visualnya yang khas. Proyek Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2 tersebut tidak sekadar menjadi infrastruktur transportasi, tetapi juga akan menghadirkan sentuhan budaya melalui desain arsitektur bernuansa Keraton Yogyakarta.
Sejak proses pembangunan dimulai, gerbang tol ini dipastikan akan tampil berbeda dari gerbang tol pada umumnya. Ornamen utama yang digunakan adalah siluet Candi Ratu Boko yang dibuat timbul pada struktur bangunan, lengkap dengan penggunaan aksara Jawa sebagai bagian dari identitas visualnya.
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menjelaskan bahwa desain tersebut merupakan arahan dari pihak Keraton Yogyakarta.
“Itu dari pokoknya cuma mundhi dhawuh (mengikuti perintah) dari Kraton saja. Kersane (keinginannya) seperti itu,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Konsep visual yang diusung tidak hanya berhenti pada ornamen. Struktur Gerbang Tol Trihanggo juga akan menampilkan bentuk bertumpuk menyerupai siluet Ratu Boko yang dibuat dalam komposisi tiga lapisan geometris.
“Betul, kayak ya bertumpuklah. Kayak tumpukan segitiga tiga itu, jajar-jajar,” jelas Agung.
Selain itu, identitas lokal semakin diperkuat dengan penggunaan dua bahasa penulisan, yakni aksara Jawa dan huruf Latin yang menampilkan nama “Trihanggo” secara bersamaan.
“Gerbang itu mengambil konsep Candi Boko. Kemudian ada tulisan Aksara Jawa dan tulisan Trihanggo untuk tulisan latinnya,” katanya.
Penamaan resmi gerbang ini juga telah dikonfirmasi menjadi Gerbang Tol Trihanggo, yang berlokasi di dekat Simpang Kronggahan. Identitas tersebut akan ditampilkan dari dua arah sehingga dapat terlihat jelas oleh pengendara yang masuk maupun keluar tol.
“Betul, dua muka. Yang dari keluar maupun masuk tol kan kelihatan nanti. Tulisannya juga dua muka nanti,” ungkapnya.
Desain tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur lalu lintas, tetapi juga menjadi simbol baru yang memadukan budaya dan pembangunan modern di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran gerbang tol ini diharapkan mampu memperkuat citra kawasan sekaligus menjadi penanda visual baru di jalur strategis Jogja–Solo.
“Pastilah, itu nanti jadi ikon yang kita berikan persembahan terbaik untuk warga DIY. Ya jadi ikonik bener gitu, gerbang tol yang ada memadukan unsur budayanya,” tutup Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Sleman terus dikebut. Pemasangan girder di Ring Road Utara ditarget selesai Juni 2026, termasuk pembangunan ramp off.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.