Advertisement
Dua Remaja Terluka, Bupati Bantul Serukan Setop Main Petasan
Foto ilustrasi anak/anak bermain petasan atau mercon, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan anak muda agar tidak menyalakan mercon selama Ramadan karena berisiko membahayakan keselamatan. Imbauan ini disampaikan seusai insiden ledakan mercon yang melukai dua remaja di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Minggu (22/2/2026).
Menurut Abdul Halim Muslih, peristiwa ledakan mercon di Srigading menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak melakukan aktivitas berbahaya selama bulan suci. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan selama Ramadan.
Advertisement
"Tolong bagi anak muda Bantul, jangan menyulut mercon, kalian sendiri yang bisa mencegah itu," kata Bupati Halim di Bantul, Senin (23/.
Ia menambahkan, bermain petasan atau mercon tidak hanya mengganggu ketertiban masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga berpotensi menyebabkan cedera bahkan korban jiwa. Pemerintah daerah berharap momentum Ramadan dapat dijaga sebagai periode yang aman, nyaman, dan damai bagi seluruh warga.
BACA JUGA
"Beberapa korban sudah terjadi, marilah kita jadikan Bantul di bulan suci Ramadhan ini, Bantul yang aman, yang nyaman, damai, mari gunakan akal sehat," katanya.
"Please, tolong adik-adikku, anak muda Bantul, jangan membahayakan diri sendiri dan orang lain, hanya itu yang bisa kita berikan pesan untuk semuanya," kata Abdul Halim.
Kepolisian Resor Bantul mencatat insiden ledakan mercon terjadi saat dua remaja meracik bahan petasan di sebuah rumah di wilayah Ngunan Unan, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Minggu (22/2/2025) sekitar pukul 05.25 WIB. Ledakan tersebut menyebabkan kedua korban mengalami luka sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menegaskan pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak meracik maupun menggunakan mercon atau petasan karena berbahaya serta melanggar aturan. Peran orang tua juga dinilai penting dalam mengawasi aktivitas anak agar kejadian serupa tidak terulang.
"Selain itu kami mengharapkan peran orang tua agar lebih mengawasi segala bentuk aktivitas anak terkait mercon, sehingga kejadian yang tidak dinginkan dapat dihindari," katanya.
Imbauan larangan mercon Bantul selama Ramadan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat, terutama setelah adanya korban akibat ledakan mercon yang terjadi menjelang waktu sahur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pemerintah Siapkan Masa Transisi PBI JKN, Layanan Tetap Aman
Advertisement
WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
Advertisement
Berita Populer
- BMKG Yogyakarta Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem hingga 25 Februari
- Kemukus dan Cabai Jawa Ditetapkan SDG Khas Kulonprogo
- Transporter Baciro Jadi Ujung Tombak Pengolahan Sampah Organik di Jogj
- Diskon 30 Persen Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia
- Jadwal KRL dari Stasiun Tugu ke Palur, Senin 23 Februari 2026
Advertisement
Advertisement







