Advertisement
Jalan Tembus Sleman-Gunungkidul Ditarget Rampung 2027
Proyek pembangunan jalan Sleman-Gunungkidul di Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Minggu (2/2 - 2025). Abdul Hamid Razak / Harian Jogja.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan jalan tembus Sleman–Gunungkidul masih menyisakan satu segmen belum terselesaikan, yakni ruas Prambanan–Gayamharjo, dengan target penyelesaian keseluruhan proyek pada 2027.
Total panjang jalur Prambanan–Gayamharjo–Tawang–Ngalang–Gading mencapai 27,58 kilometer. Dari total tersebut, hampir seluruh ruas telah terbangun, kecuali segmen Prambanan–Gayamharjo.
Advertisement
Segmen Prambanan–Gayamharjo direncanakan sepanjang 9,08 kilometer. Hingga kini, 4,555 kilometer telah terbangun, sedangkan sisanya sekitar 4,525 kilometer masih dalam proses bertahap, baik melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) maupun Dana Keistimewaan DIY.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUP-ESDM DIY, Wira Sasongko Putro, menjelaskan total panjang jalan baru Prambanan–Gayamharjo–Tawang–Ngalang–Gading mencapai 27,58 kilometer. Dari total tersebut, hampir seluruh segmen telah dibangun, kecuali ruas Prambanan–Gayamharjo.
BACA JUGA
“Dari total panjang 27,58 kilometer, tinggal satu segmen yang belum terselesaikan, yaitu Prambanan–Gayamharjo,” kata Wira, Rabu (7/1/2026).
Ia memaparkan, segmen Prambanan–Gayamharjo memiliki rencana panjang 9,08 kilometer. Hingga kini, ruas yang sudah terbangun mencapai 4,555 kilometer, terdiri atas 3,205 kilometer yang ditangani oleh PJN melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) dan 1,35 kilometer yang dibangun Pemerintah DIY menggunakan Dana Keistimewaan.
“Sisa yang belum terbangun sekitar 4,525 kilometer. Saat ini yang sudah masuk tahap konstruksi on going sepanjang 1,525 kilometer melalui dana IJD tahun anggaran 2025–2026 dengan skema multiyears contract,” jelasnya.
Adapun sisa sekitar 3 kilometer lainnya masih dalam tahap usulan untuk ditangani melalui pendanaan IJD. Wira berharap usulan tersebut dapat segera terfasilitasi agar pembangunan bisa diselesaikan sesuai target.
“Diharapkan bisa terselesaikan pada 2027, sehingga jalan ini dapat segera mengakomodasi Exit Tol Bokoharjo menuju Gunungkidul,” ucapnya.
Terkait kepastian waktu rampung pada 2027, Wira menyebut belum dapat memastikan bulan penyelesaian karena sebagian ruas masih menunggu kepastian penganggaran.
“Untuk yang sisa 3 kilometer masih tahap usulan penganggaran. Mudah-mudahan bisa segera difasilitasi,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan secara umum pembangunan jalan tembus Sleman–Gunungkidul hingga saat ini masih berjalan sesuai rencana awal tanpa kendala berarti.
“Puji syukur, sampai sekarang masih on track dan belum ada kendala yang signifikan,” pungkas Wira.
Pembangunan jalan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah serta mengakomodasi akses dari Exit Tol Bokoharjo menuju Gunungkidul guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
10 Destinasi Terfavorit di Sleman Selama Libur Nataru, Ini Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




