Advertisement

DIY Siapkan Imunisasi HPV Anak 11 Tahun Cegah Kanker Serviks

Newswire
Senin, 23 Februari 2026 - 13:17 WIB
Maya Herawati
DIY Siapkan Imunisasi HPV Anak 11 Tahun Cegah Kanker Serviks Ilustrasi vaksinasi HPV pada anak SD untuk mencegah kanker serviks / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY menyiapkan pelaksanaan imunisasi human papillomavirus (HPV) bagi anak usia 11 tahun sebagai bagian strategi pencegahan kanker serviks sejak dini. Program ini menjadi bagian rencana nasional yang juga akan diperluas untuk anak laki-laki mulai 2027.

Kepala Dinkes DIY Gregorius Anung Trihadi menjelaskan rencana pemberian vaksin HPV bagi anak laki-laki usia 11 tahun yang dijadwalkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia masih berada pada tahap persiapan dan sosialisasi.

Advertisement

“Program untuk anak laki-laki masih dalam taraf penggodokan, persiapan, dan sosialisasi,” ujar Anung, Minggu (23/2/2026).

Ia menuturkan, pelaksanaan imunisasi HPV di DIY saat ini masih difokuskan pada anak perempuan serta perempuan usia subur. Vaksinasi tersebut bertujuan mencegah infeksi human papillomavirus yang merupakan salah satu faktor risiko utama kanker serviks.

“Saat ini memang imunisasi HPV itu masih fokus pada wanita-wanita usia subur,” ujar dia.

Dinkes DIY juga telah melakukan sosialisasi ke kabupaten dan kota sekaligus memastikan ketersediaan stok vaksin dalam kondisi aman untuk mendukung program imunisasi HPV anak 11 tahun. Menurut Anung, pemberian vaksin pada usia tersebut bertujuan memberikan perlindungan sebelum terjadi paparan infeksi virus.

Pada kelompok usia anak, imunisasi HPV dapat diberikan tanpa pemeriksaan awal seperti inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) maupun Pap smear. Sementara pada perempuan dewasa yang akan menerima vaksin, kondisi kesehatan dipastikan terlebih dahulu agar tidak terdapat tanda kanker serviks, sehingga penanganan dapat segera dilakukan apabila ditemukan kelainan.

Menurut Anung, imunisasi merupakan bagian strategi pencegahan pemerintah untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan.

“Imunisasi itu untuk pencegahan. Salah satu faktor risiko kanker serviks adalah infeksi human papillomavirus, maka dicegah lebih dulu melalui vaksinasi,” ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah akan memperluas cakupan imunisasi HPV dengan menyasar anak laki-laki usia 11 tahun mulai 2027 sebagai bagian strategi nasional pencegahan kanker serviks. Kebijakan ini dinilai penting untuk memutus rantai penularan virus, karena laki-laki dapat menjadi pembawa infeksi meskipun tidak mengalami kanker serviks.

“Pada 2027 kita akan mulai ke laki-laki usia 11 tahun. Meskipun mereka tidak bisa menderita kanker serviks, tetapi bisa transmitting the disease (membawa penyakitnya ke pasangan). Mereka mungkin tidak akan kena kanker serviks, tetapi bisa menjadi pembawa,” ujar Budi pada peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta, Rabu (4/2/2026), sekaligus menegaskan pentingnya imunisasi HPV anak 11 tahun untuk perlindungan kesehatan jangka panjang masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Bos Kartel El Mencho Tewas Ditembak, Meksiko Dilanda Kerusuhan

Bos Kartel El Mencho Tewas Ditembak, Meksiko Dilanda Kerusuhan

News
| Senin, 23 Februari 2026, 14:17 WIB

Advertisement

Lalampa, Wisata Kuliner Khas Malut Favorit Saat Ramadan

Lalampa, Wisata Kuliner Khas Malut Favorit Saat Ramadan

Wisata
| Minggu, 22 Februari 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement