Aktivasi IKD Kulonprogo Baru 7,98 Persen, Ini Kendalanya
Aktivasi IKD Kulonprogo baru 7,98 persen. Blank spot, spesifikasi HP, dan rendahnya kehadiran warga menjadi kendala.
Ilustrasi gambar Cabai Jawa khas Kulonprogo. /Pertanian.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dua komoditas unggulan, Kemukus Purbakalpa dan Cabai Jawa Mekar Binangun, resmi tercatat sebagai sumber daya genetik (SDG) lokal Kulonprogo setelah menerima sertifikat dari Kementerian Pertanian (Kementan). Pengakuan ini mempertegas identitas hayati daerah sekaligus membuka peluang ekonomi lebih luas bagi petani di Bumi Binangun.
Sertifikat tanda daftar SDG tersebut diberikan untuk kemukus purbakalpa (piper cubeba) dan cabai jawa (piper retrofractum) dengan nama Mekar Binangun. Prosesnya merupakan hasil kolaborasi panjang antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), BP3MBTP DIY, DPKP DIY, serta Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo.
Bupati Kulonprogo Agung Setyawan menyambut baik legalitas tersebut. Ia menegaskan, sertifikat ini menjadi jaminan bahwa varietas tersebut asli milik masyarakat Kulonprogo. “Ini adalah berkah bagi petani di Samigaluh, Girimulyo, dan Kalibawang. Dengan status resmi ini, petani bisa menjual bibit secara legal. Potensi ekonominya luar biasa; harga kemukus kering mencapai Rp120 ribu per kilogram, sementara cabai jawa kering stabil di angka Rp90 ribu per kilogram,” ujar Agung, Minggu (22/2/2026).
Pengakuan resmi SDG ini menandai bahwa dua komoditas tersebut merupakan kekayaan hayati khas Kulonprogo dan semakin mengukuhkan daerah itu sebagai rumah tanaman herbal unggulan. Selain dua varietas tersebut, dalam kesempatan yang sama turut diserahkan varietas unggulan lain, yakni Padi Menor, Bawang Merah Srikayang, dan Bawang Merah Siyem.
Kristantini dari BRIN menjelaskan bahwa pendaftaran di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) sangat krusial. “Sertifikat ini ibarat akta lahir. Sekarang, Kemukus Purbakalpa dan Cabai Jawa Mekar Binangun secara nasional sah milik Kulonprogo. Tidak ada pihak lain yang bisa mengklaimnya,” tegasnya. BRIN berkomitmen terus mendampingi dari sisi teknologi dan karakterisasi agar kualitas tanaman tetap terjaga.
Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berharap pengakuan SDG lokal ini menjadi pemantik semangat generasi muda untuk kembali mengelola lahan pertanian. Dengan dukungan inovasi dan pendampingan teknologi dari BRIN, Kulonprogo optimistis berkembang sebagai pusat budidaya tanaman herbal unik yang mampu menembus pasar nasional hingga ekspor, seiring meningkatnya minat pasar terhadap komoditas herbal bernilai ekonomi tinggi.
Petani cabai jawa Kulonprogo, Sukma Rumekar Sakti, mengaku bersyukur atas penetapan tersebut. Mantan pekerja kantoran di Jakarta itu memutuskan pulang ke kampung halaman pada 2022 karena alasan keluarga.
“Dulu saya bingung mau kerja apa di rumah. Lalu saya ingat tetangga menanam cabai jawa di pohon kelapa. Ternyata, harganya sangat stabil dibanding cabai biasa yang sering naik-turun drastis,” cerita Sukma. Meski sempat menghadapi tantangan penyakit layu saat musim hujan, kini ia aktif mengajak tetangganya ikut membudidayakan cabai jawa agar manfaat ekonomi dari sertifikat SDG lokal Kulonprogo tersebut dapat dirasakan bersama oleh lebih banyak petani di wilayahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivasi IKD Kulonprogo baru 7,98 persen. Blank spot, spesifikasi HP, dan rendahnya kehadiran warga menjadi kendala.
Dealer baru Royal Enfield Jogja resmi dibuka di Jalan Laksda Adisucipto. Ada test ride, servis, sparepart asli, hingga ruang komunitas.
Jenazah Taruno Hidayat, korban KMP Virgo, ditemukan di Masalembo dan dimakamkan di Madiun. Adiknya masih dalam pencarian.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
KPK menyita dolar AS, dolar Singapura, dan perhiasan diduga emas saat menggeledah Kanwil BPN Jatim terkait dugaan korupsi.
Gunung Semeru erupsi empat kali pada Minggu, dengan letusan tertinggi mencapai 1.300 meter. Status masih Level III atau Siaga.