Advertisement
Kelok Mertan View Kulonprogo Sepi, Tinggal Kenangan Spot Ngabuburit
Warga menggembala kambing di Kelok Mertan View yang pernah viral untuk nonton kereta api melintas kini sepi pengunjung belum lama ini. Harian Jogja - Khairul Ma'arif /
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO— Popularitas Kelok Mertan View di Kabupaten Kulonprogo kian meredup. Spot favorit untuk menyaksikan kereta api melintas di jalur berkelok dengan latar Gunung Merapi itu kini tampak lengang, jauh berbeda dibandingkan masa kejayaannya saat viral beberapa tahun lalu.
Berlokasi di Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kelok Mertan View pernah menjadi tujuan ngabuburit favorit saat Ramadan. Namun, suasana tersebut kini nyaris tak terlihat. Gazebo, bangku dari batu ukir, hingga sebuah warung masih ada, tetapi pengunjung nyaris tak tampak. Area ini bahkan lebih sering digunakan warga untuk menggembalakan ternak.
Advertisement
Satria, warga setempat yang dulu ikut mempopulerkan Kelok Mertan View, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, penurunan jumlah pengunjung sudah terjadi sejak sekitar setahun terakhir.
“Sudah lama sepi. Tidak seperti awal-awal viral sekitar 2024 lalu. Ramadan sebelumnya masih ada yang datang ngabuburit, sekarang sudah jauh berkurang,” ujar Satria, Minggu (22/2/2026).
BACA JUGA
Meski demikian, Kelok Mertan View belum sepenuhnya ditinggalkan. Sesekali, railfans atau pembuat konten bertema kereta api masih terlihat berkunjung, terutama pada akhir pekan.
“Mereka biasanya datang untuk bikin konten, nunggu kereta lewat. Kalau sekarang masih awal puasa, belum tahu ke depan bakal ada yang ngabuburit ke sini lagi atau tidak,” lanjutnya.
Potensi Masih Besar di Ramadan
Menurut Satria, Kelok Mertan View sebenarnya masih sangat layak menjadi lokasi santai sore hari selama Ramadan. Jika cuaca cerah, pengunjung bisa menikmati panorama Gunung Merbabu dan Merapi sekaligus, baik pagi maupun sore.
“Buat santai cocok. Ada bangku-bangku, pemandangan bagus, kalau cerah kelihatan Merapi dan Merbabu,” ujarnya.
Saat masih ramai, kawasan ini selalu dipadati pengunjung dari siang hingga sore, terutama saat Ramadan karena frekuensi kereta api yang melintas cukup tinggi. Satria berharap Kelok Mertan View suatu saat bisa kembali dikenal luas, meski diakuinya tidak mudah.
“Ingin ramai lagi, tapi ini kan swadaya masyarakat. Harus gotong royong. Kalau jalan sendiri tentu sulit,” katanya.
Pengunjung Nilai Suasana Lebih Privat
Sementara itu, Aji, warga Kalibawang, mengaku sengaja datang ke Kelok Mertan View setelah melihat informasi di media sosial. Kunjungan pertamanya justru memberikan kesan berbeda.
“Tidak menyangka sudah sepi. Padahal pemandangannya masih bagus. Justru jadi terasa lebih privat,” ujarnya.
Aji menilai lokasi tersebut masih memiliki potensi besar jika dikembangkan lebih lanjut. “Kalau bisa ditata lagi, pasti lebih menarik dan bisa ramai lagi,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
DPR Nilai Penganiayaan Anak oleh Brimob Brutal, Desak Proses Pidana
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Rumah Terbakar di Blimbingsari Sleman, 2 Motor Ludes
- Masjid Gedhe Kauman Jogja: Jejak Akulturasi dan Toleransi
- Starting XI PSS Sleman vs Persipura, Laga Penentu Puncak Klasemen
- Kota Jogja Tunggu BMKG, Siaga Hidrometeorologi Berpotensi Diperpanjang
- Limbah Rumah Tangga Dominasi Pencemaran Sungai Jogja
Advertisement
Advertisement






