Advertisement
60 Gedung SD-SMP di Bantul Diusulkan Revitalisasi 2026
Ilustrasi gedung sekolah rusak / JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Revitalisasi sekolah Bantul 2026 menjadi fokus Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul dengan mengusulkan 60 SD dan SMP ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna memperbaiki sarana prasarana pendidikan yang rusak dan memperkuat kualitas pembelajaran.
Rinciannya, sebanyak 42 sekolah dasar (SD) dan 18 sekolah menengah pertama (SMP) telah diajukan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk masuk dalam program revitalisasi tahun anggaran 2026.
Advertisement
"Untuk usulan revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 ke Kemendikdasmen yang SD kita usulkan sebanyak 42 sekolah, kemudian yang SMP yang kita usulkan ada 18 sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Bantul Nugroho Eko Setyanto, di Bantul, Minggu (22/2/2026).
Menurut Nugroho, pengajuan revitalisasi sekolah Bantul 2026 tersebut dilatarbelakangi kondisi sejumlah bangunan sekolah yang mengalami kerusakan serta kebutuhan penambahan fasilitas belajar mengajar agar aktivitas siswa dapat berlangsung lebih optimal dan aman.
BACA JUGA
"Revitalisasi satuan pendidikan itu adalah program untuk penanganan sarana prasarana yang ada di sekolah, kalau pada tahun 2025 revitalisasi sudah terlaksana, sementara yang tahun 2026 sudah kita usulkan," katanya.
Proses penentuan sekolah yang diusulkan tidak dilakukan secara sepihak. Dinas berkoordinasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Bantul untuk memastikan satuan pendidikan yang diajukan benar-benar prioritas dan layak mendapatkan penanganan.
"Beberapa hari lalu saya rapat di Bappeda terkait dengan sekolah rusak yang ada di Bantul, karena dari pusat banyak sekali program baik lewat revitalisasi yang dari kementerian maupun reguler, kemudian ada yang dari banpres bantuan presiden]," katanya.
Selain menyampaikan usulan ke kementerian, rencana revitalisasi sekolah Bantul 2026 juga dikomunikasikan ke pemerintah pusat, mengingat masih terdapat sejumlah sekolah yang sudah lama tidak tersentuh perbaikan sehingga membutuhkan intervensi segera.
"Itu sekarang masih kita sisir, sekolah-sekolah mana yang memang layak untuk diusulkan. Intinya itu. Akan tetapi sekolah yang rusak berat itu nanti yang jadi prioritas untuk kita usulkan," katanya.
Pada 2025, program revitalisasi satuan pendidikan di Bantul telah berjalan dengan sasaran 12 SD, delapan SMP, dan 23 taman kanak-kanak (TK), baik sekolah negeri maupun swasta. Capaian tersebut menjadi pijakan untuk memperluas revitalisasi sekolah Bantul 2026 agar pemerataan infrastruktur pendidikan semakin optimal.
"Kalau yang 2026 masih menunggu verifikasi dari pusat mana saja yang akan direvitalisasi, kita sudah mengusulkan. Kalau kategori kita lihat dari Dapodik [Data Pokok Pendidikan] itu bisa dilihat sarana prasarana di setiap sekolah itu kondisinya seperti apa, apakah rusak ringan atau berat," katanya. Data dalam Dapodik tersebut menjadi dasar pemetaan kondisi bangunan sekolah sebelum proses verifikasi lanjutan dari pusat dilakukan terhadap usulan revitalisasi sekolah Bantul 2026 tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gajah Sumatera Ditemukan Mati, Diduga Tersengat Kawat Listrik
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







