Malioboro Bebas Bentor pada 2028, 900 Becak Listrik Disiapkan
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menargetkan kawasan Malioboro bebas becak motor (bentor) dalam dua tahun ke depan.
Ilustrasi beras di pasar tradisional. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ketahanan pangan Kota Jogja kembali menjadi sorotan seiring menyusutnya lahan pertanian yang kini tinggal sekitar 16,6 hektare. Menghadapi keterbatasan tersebut, Pemkot Jogja memastikan program food bank tetap digelar pada 2026 sebagai strategi menjaga ketersediaan pangan warga.
Data di Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja menunjukkan lahan pertanian yang tersisa tersebar di Kemantren Tegalrejo, Umbulharjo, Mergangsan, dan Kotagede. Luasan ini menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang masih sekitar 26 hektare.
Kepala DPP Kota Jogja, Sukidi, menegaskan produksi lokal mustahil menjadi tumpuan utama ketahanan pangan Kota Jogja. “Kalau kita mengandalkan ketahanan pangan dari produk lokal jelas tidak mungkin. Dengan luas lahan yang tersisa sekitar 16 hektare. Itu kalau dijadikan bahan pangan hanya cukup untuk konsumsi warga satu hari lebih seperempat hari,” katanya, Sabtu (21/2/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, jumlah penduduk Kota Jogja mencapai sekitar 375 ribu jiwa. Jumlah tersebut, menurut Sukidi, dapat meningkat pada malam hari karena kehadiran wisatawan yang menikmati kuliner di Kota Jogja. Kondisi ini semakin menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada hasil pertanian lokal.
Sebagai solusi, Pemkot Jogja mengembangkan food bank Lumbung Mataram yang mengandalkan kolaborasi lintas sektor. Pada tahap awal, komitmen pengumpulan pangan dibangun bersama pelaku restoran dan perhotelan. Seiring berjalannya waktu, dukungan meluas ke ritel modern, pasar, hingga kelompok tani.
Kelompok tani bahkan disebut menjadi salah satu penyumbang bahan pangan yang rutin, terutama untuk mendukung kebutuhan rumah tangga. Saat ini, Pemkot Jogja telah bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari restoran, hotel, ritel modern, hingga pasar tradisional untuk memperkuat program food bank tersebut. Program ini tetap berjalan, termasuk selama Ramadan, guna membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Sukidi menambahkan, pada 2026 program food bank tersebut juga memperoleh alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai bentuk penguatan sistem.
“Ke depan, ini tidak semata-mata bergantung pada surplus makanan, tetapi diperkuat secara sistem dan pendanaan. Jadi benar-benar menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan Kota Jogja,” katanya, seraya menegaskan bahwa penguatan kelembagaan dan kolaborasi lintas sektor akan terus dioptimalkan agar program food bank Jogja mampu menjawab tantangan keterbatasan lahan pertanian dan dinamika kebutuhan pangan masyarakat perkotaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menargetkan kawasan Malioboro bebas becak motor (bentor) dalam dua tahun ke depan.
Dinkes Bantul waspadai risiko penyakit saat kemarau panjang, imbau warga terapkan PHBS dan gunakan masker di luar ruangan.
Sepatu pink mendominasi Piala Dunia 2026, tren baru hasil visibilitas, fesyen global, dan ekspresi pemain di lapangan.
Alwi Farhan singkirkan Lee Chia Hao dua gim langsung ke semifinal Australian Open 2026. Rehan/Gloria tersingkir, Alwi jadi harapan terakhir Indonesia di Sydney.
Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan di Semugih, Kapanewon Rongkop dengan tersangka GS asal Tambakromo, Ponjong.
Putri Bajrakitiyabha Thailand meninggal dunia usia 47 tahun setelah koma tiga tahun, memunculkan sorotan suksesi kerajaan.