Advertisement
600 UMKM Karangtengah Bantul Didorong Naik Kelas
Ilustrasi UMKM / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Perkembangan UMKM Karangtengah di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, terus menunjukkan tren positif dengan jumlah pelaku usaha mencapai ratusan unit. Pemerintah kalurahan setempat memperkuat pendampingan agar UMKM mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Data pemerintah kalurahan mencatat sekitar lebih dari 600 unit UMKM tersebar di berbagai sektor usaha, dengan potensi terbesar berada pada produk olahan makanan yang dinilai memiliki peluang pasar lebih luas. Kondisi ini menjadi fokus pembinaan karena sektor pangan olahan relatif mudah dikembangkan melalui inovasi produk dan pemasaran.
Advertisement
Lurah Karangtengah, Haryanto, mengatakan pendampingan tidak hanya sebatas pendataan, tetapi juga dilakukan secara aktif melalui pembentukan kelompok komunikasi antarpelaku UMKM.
“Sekitar 600-an UMKM. Rata-rata usahanya macam-macam, tapi yang sangat berpotensi berkembang itu olahan makanan,” ujarnya Jumat (20/2).
Menurutnya, pemerintah kalurahan terus melakukan pembinaan dengan membentuk kelompok atau grup komunikasi yang memudahkan koordinasi informasi kegiatan pengembangan usaha.
“Kami dari kelurahan yang jelas selalu mengadakan pendampingan. Jadi mendampingi ke semua UMKM. Dan kita juga bikinkan kelompok, grup,” katanya.
Melalui kelompok tersebut, pemerintah kalurahan menyalurkan berbagai informasi kegiatan, mulai dari pameran produk hingga program pembinaan yang diselenggarakan kapanewon, pemerintah kabupaten, maupun pemerintah provinsi. Pelaku UMKM yang berminat dapat langsung berpartisipasi untuk mempromosikan produk mereka.
“Bila mana ada kegiatan-kegiatan yang untuk menampilkan hasil produk, entah itu dari kapanewon, kabupaten, provinsi, baik dari dinas maupun yang terkait, itu pasti kita sampaikan ke grup. Siapa yang mau gabung, mau ikut, nanti kita tampilkan,” jelasnya.
Pendampingan juga diberikan pada aspek legalitas usaha, termasuk pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal, khususnya bagi pelaku usaha makanan olahan.
“Termasuk pendampingan untuk izin-izinnya. Misalnya yang UMKM olahan makanan, itu kita dampingi izin halalnya, NIB-nya, dan sebagainya,” ujar Haryanto.
Program pembinaan UMKM Karangtengah tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh pelaku usaha setempat. Salah satunya Sari, pemilik usaha pangsit dan Rempeyek 17 di Karangtengah, yang mengaku sering mengikuti pelatihan, termasuk pelatihan pemasaran digital yang difasilitasi kalurahan.
Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha yang dijalankannya karena membantu memahami strategi pemasaran di era digital.
“Saya bersyukur sering ada pelatihan di dunia digital, pelatihan dari pak Lurah membuat saya semakin paham bagaimana cara memasarkan produk di era digital. Semoga pelatihan-pelatihan untuk UMKM semakin sering diadakan sama pak Lurah. Karena banyak warga pelaku UMKM yang merasakan dampak positifnya,” katanya.
Ke depan, pemerintah kalurahan berupaya terus memperluas akses pelatihan, promosi, dan legalitas usaha bagi UMKM Karangtengah agar pelaku usaha lokal mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis kewirausahaan di wilayah Bantul.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
19.408 KK di Kabupaten Bekasi Jalani Puasa di Tengah Banjir
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





