Advertisement
Pemkab Sleman Luncurkan e-Kalurahan, Awasi Transaksi Desa
Pemkab Sleman meluncurkan aplikasi e-Kalurahan untuk mempermudah dan mengawasi transaksi nontunai serta administrasi di tingkat kalurahan. - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono.
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman resmi meluncurkan aplikasi e-Kalurahan sebagai sistem digital untuk mempermudah sekaligus mengawasi proses administrasi dan transaksi keuangan di tingkat kalurahan.
Aplikasi e-Kalurahan dikembangkan melalui kolaborasi Bank Sleman, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK). Sistem ini memungkinkan transaksi nontunai pemerintah kalurahan terintegrasi langsung dengan Bank Sleman.
Advertisement
Direktur Utama Bank Sleman Dandung Sriyadi menjelaskan, penggunaan e-Kalurahan membuat belanja yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) lebih efisien dan akuntabel karena tercatat secara digital dan terpantau.
Transaksi yang dilakukan oleh pemerintah kalurahan secara nontunai dilakukan lewat e-Kalurahan yang terintegrasi dengan Bank Sleman. Sebagai contoh pembelanjaan Alokasi Dana Desa (ADD) menjadi lebih efisien dan akuntabel lantaran menggunakan e-Kalurahan.
BACA JUGA
“Kegiatan belanja yang bersumber dari ADD akan menggunakan e-Kalurahan. Sistem keuangan desa menjadi lebih baik,” kata Dandung ditemui di Wyndham, Rabu (7/1/2025).
Sistem aplikasi semacam ini merupakan hal yang baru dan progresif di antara kalurahan dan bank perkreditan rakyat di berbagai wilayah.
Sekretaris DPMK Sleman, Alhalik, mengatakan e-Kalurahan merupakan bentuk fasilitasi Bank Sleman untuk meningkatkan efisiensi transaksi nontunai di kalurahan di mana aplikasi ini terintegrasi dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).
“E-Kal itu aplikasi untuk pembayaran nontunai di kalurahan. Kalau membicarakan penyaluran ADD ya tetap sama, lewat rekening kalurahan yang ada di Bank Sleman. Tidak melalui e-Kalurahan,” kata Alhalik.
Ia berharap pengelolaan keuangan kalurahan akan lebih akuntabel selain proses transaksi menjadi lebih cepat dan aman.
Disinggung apakah e-Kalurahan dapat mendorong peningkatan skor Survei Penilaian Integritas (SPI) Pemkab Sleman, ia belum bisa memberikan jawaban. Katanya, SPI lebih fokus pada penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kabupaten/ kota. “Tetapi mungkin bisa juga dihubungkan ya,” katanya.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengatakan aplikasi ini akan mempermudah pelayanan. Bank Sleman juga menjadi lebih mampu bersaing dengan BPR lain lantaran memiliki kualitas.
Kompetisi pelayanan tiap bank memang harus menjadi perhatian. Bank Sleman perlu melakukan inovasi agar masyarakat menjadi semakin mudah dalam mengakses layanan perbankan.
Dengan penerapan e-Kalurahan, Pemkab Sleman berharap tata kelola keuangan kalurahan semakin transparan, aman, dan mendukung upaya digitalisasi pemerintahan desa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
Advertisement
Advertisement








