Begini Perkembangan Tol Jogja-YIA Setelah Ada Masalah di Mlangi

Ilustrasi - JIBI/Bisnis.com/Himawan L Nugraha
04 Juni 2021 15:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji memastikan Gubernur DIY Sri Sultan HB X belum menerbitkan izin penetapan lokasi (IPL) pembangunan Tol Jogja-Kulonprogo dari Gamping, Sleman menunju Yogyakarta International Airport (YIA). Sebab, belum ada kesepakatan trase (jalur yang akan dilalui) jalan tol ini.

Baskara Aji mengatakan Pemda DIY masih menunggu paparan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Yang pasti Pemda DIY berharap jalan tol yang trasenya nanti ditetapkan tidak melewati permukiman padat penduduk atau situs. Hal-hal seperti itu harus dihindari. Kami menunggu. Kalau sudah jadi dan dipaparkan ke Gubernur DIY dan sama-sama sepakat, keluarlah IPL,” kata dia di Kompleks Kepatihan, Jumat (4/6).

BACA JUGA: Juli 2021, 13 Polda Berlakukan Tilang Elektronik Termasuk Jogja

Menurut Baskara Aji, IPL yang sudah terbit adalah Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen dari Gamping ke timur dan utara pada seksi satu dan dua. Sementara seksi tiga belum. Dia tidak menampik ada beberapa kali perubahan trase untuk tol Jogja-YIA.

Sehari sebelumnya, Gubernur DIY juga menyatakan IPL belum diproses karena belum ada pengajuan drafnya dari Kementerian PUPR.

Sultan mengatakan persoalan jalan Tol Gamping-YIA ada di Mlangi. Hampir semua pihak sepakat untuk mengubah trase, tetapi investornya belum sepakat karena biayanya terlalu mahal. Sultan juga memastikan pembangunan tol tidak akan mengenai makam dan rumah penduduk.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY Syukron Arif Muttaqin mengatakan masyarakat Mlangi, Gamping, Sleman tidak menolak jalan tol. Namun. Mereka berharap tol tidak melintasi Mlangi karena kawasan tersebut punya ada pesantren, Masjid Patok Negoro yang merupakan bagian dari cagar budaya, makam Kiai Nur Iman, serta kawasan pendidikan Islam.

Menurut dia pembangunan di kawasan cagar budaya harus sesuai dengan konsep pengembangan cagar budaya. Dia sudah melihat draf jalan tol yang akan dibangun yang membelah pesantren dan penduduk Mlangi.

BACA JUGA: Resah dengan Ganti Rugi Tol Jogja-Solo, Para Kades Geruduk Kantor BPN

“Mohon jangan lewat situ karena ada alternatif lain. Kami berikan alternatif lewat utara kampung kami. Kami buatkan gambarnya. Itu memungkinkan,” kata Syukron.

Selain itu, masyarakat sekitar juga sudah lama akan mengembangkan kawasan cagar budaya menjadi kawasan wisata religi. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang tinggal di Mlangi ini mengaku sudah mengirimkan surat keberatan warga tersebut ke Gubernur DIY, Kementerian PUPR hingga Presiden RI.