Advertisement
Investasi YIA Kulonprogo Digenjot, Kadin-Pemkab Solid
Ketua Kadin Kulonprogo, Kuswadi (tengah) saat memberikan sambutan dalam Muskab di Novotel, Rabu (11/2/2026). - Istimewa
Advertisement
Investasi YIA Kulonprogo Digenjot, Kadin-Pemkab Solid
Investasi YIA Kulonprogo digenjot. Kadin dan Pemkab perkuat sinergi dorong UMKM dan ekonomi lokal.
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi motor investasi Kulonprogo, Kadin dan Pemkab Kulonprogo sepakat memperkuat sinergi demi mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan UMKM.
Hal itu terungkap dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) IX Kadin Kulonprogo yang digelar di Hotel Novotel, Rabu (11/02/2026). Forum tersebut menjadi momentum transisi kepemimpinan sekaligus penentuan arah kebijakan organisasi periode 2026–2031. Agenda utama Muskab IX Kadin Kulonprogo menitikberatkan pada akselerasi investasi YIA dan integrasi produk lokal agar mampu masuk ke rantai pasok kawasan bandara.
BACA JUGA
Ketua Kadin Kulonprogo, Kuswadi, menegaskan organisasi yang dipimpinnya harus bertransformasi menjadi lebih profesional dan inklusif. Ia menyebut YIA sebagai peluang strategis yang harus dikelola melalui penguatan ekosistem usaha lokal, khususnya UMKM.
"Pembangunan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita butuh sinergi antara kepastian regulasi dari pemerintah dan peran aktif pelaku usaha. Agenda nyata kami adalah penguatan UMKM agar benar-benar masuk dalam ekosistem YIA," ujar Kuswadi, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, integrasi rantai produk lokal menjadi kunci agar masyarakat Kulonprogo tidak sekadar menjadi penonton di tengah derasnya arus investasi.
Ketua Dewan Penasehat Kadin DIY, Syahbenol Hasibuan, turut menegaskan pentingnya kesiapan pelaku usaha menghadapi tantangan global. Ia menyoroti kawasan industri Sentolo dan sektor pertanian organik sebagai sektor unggulan yang dinilai potensial menembus pasar internasional.
"Tantangan global seperti ekonomi hijau dan digitalisasi menuntut pelaku usaha lokal, UMKM, dan industri kreatif untuk adaptif. Kita harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri," tegas Syahbenol.
Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, menyampaikan wilayahnya tengah bersiap menjadi pusat ekonomi baru di DIY dengan dukungan keberadaan YIA. Salah satu proyek strategis yang disiapkan adalah pengembangan embarkasi haji melalui Bandara YIA, termasuk pembangunan asrama haji berbasis hotel.
“Kulon Progo akan memiliki asrama haji dengan basis hotel pertama di Indonesia. Kadin harus mengambil peran di sini, mulai dari sisi transportasi, perhotelan, hingga rantai pasok jasa lainnya,” ungkap Agung.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo akan terus memberikan dukungan terhadap langkah strategis Kadin dalam mendorong investasi YIA dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan sinergi tersebut, diharapkan peluang usaha di sekitar YIA dapat dinikmati pelaku usaha lokal secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Viral Korban Penganiayaan Kapuk Dilaporkan, Ini Respons Kuasa Hukum
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







