Advertisement
Disnaker Kulonprogo Tambah Lokasi Padat Karya Jadi 39 Titik pada 2026
Ilustrasi program padat karya - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kulonprogo memastikan program padat karya tetap bergulir pada 2026, meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Tahun ini, program tersebut akan dilaksanakan di 39 titik yang tersebar di 12 kapanewon, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Disnaker Kulonprogo, Bambang Sutrisna, mengatakan pada 2025 lalu program padat karya hanya menjangkau 29 lokasi. Adapun pada 2026, jumlahnya bertambah menjadi 39 titik dengan nilai anggaran masing-masing paket sebesar Rp100 juta.
Advertisement
“Padat karya 2026 dialokasikan di 39 titik yang tersebar di 12 kapanewon. Program ini kami arahkan sebagai upaya perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujar Bambang, Selasa (10/2/2026).
Pria yang akrab disapa Bamsut itu menjelaskan, program padat karya difokuskan pada pembangunan infrastruktur sederhana sekaligus menjadi instrumen penguatan ekonomi pedesaan. Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, program ini juga memberi penghasilan sementara bagi warga kurang mampu.
BACA JUGA
“Dua hal yang menjadi titik penting padat karya adalah pembangunan infrastruktur dan pemberian penghasilan sementara bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Bamsut menyebut, perencanaan pelaksanaan padat karya di masing-masing titik sudah mulai disusun. Disnaker Kulonprogo juga telah melakukan survei awal lokasi. Rencananya, sosialisasi akan dimulai setelah Idulfitri, sementara pelaksanaan fisik dijadwalkan berlangsung sekitar Juni 2026.
“Jumlah titiknya memang bertambah. Ini menunjukkan perhatian pemerintah cukup besar karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran, Disnaker Kulonprogo tetap berupaya agar pembangunan infrastruktur pedesaan tidak terhambat. Adapun jenis kegiatan padat karya 2026 meliputi pembangunan rabat beton, talud, hingga jaringan irigasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran di setiap lokasi.
Bamsut berharap program padat karya tahun ini dapat berjalan sesuai rencana dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Ia juga menegaskan pengerjaan akan dilakukan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Upah pekerja yang terlibat juga harus dibayarkan sesuai ketentuan,” katanya.
Selain itu, para pekerja padat karya akan didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan guna memberikan perlindungan dan rasa aman selama bekerja.
Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Kulonprogo, Yuli Indriyatno, menambahkan bahwa proses survei lokasi masih terus berlangsung. Sejumlah wilayah telah ditinjau dalam beberapa hari terakhir.
“Hari ini kami survei ke Banjarsari, Kebonharjo, dan Pagerharjo. Survei lokasi akan kami lakukan selama sepekan ini,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Warga Dusun Semuten Akhirnya Nikmati Air Bersih dari Bantuan Sumur Bor
- Top Ten News Harianjogja.com, Selasa 10 Februari 2026
- ADD Cair Tepat Waktu, Gaji Lurah dan Pamong Gunungkidul Lancar
- BMKG: Hujan di DIY Masih Tinggi hingga April 2026
- Kemantren Gondomanan Jogja Awasi Bank Sampah Anorganik, Ini Tujuannya
Advertisement
Advertisement



