Video Dugaan Pungli Viral, DPRD Kota Jogja Minta Tata Kelola Alkid Dievaluasi
DPRD Kota Jogja mendorong evaluasi tata kelola Alkid setelah video dugaan pungutan liar dan intimidasi beredar di media sosial.
Foto ilustrasi bank sampah anorganik, dibuat menggunakan Artificial Intelligence. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kemantren Gondomanan, Kota Jogja memperketat pengawasan pengelolaan sampah anorganik melalui bank sampah guna memastikan setiap wilayah menjalankan sistem pengolahan dan administrasi secara optimal.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pemantauan dan pengawasan langsung ke setiap bank sampah guna menilai sistem kerja, pola pengelolaan, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul di lapangan.
Mantri Pamong Praja Kemantren Gondomanan, Cahya Wijayanta mengatakan pemantauan dan pengawasan pengelolaan sampah anorganik melalui bank sampah dilakukan secara rutin di seluruh wilayah. Menurutnya, pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui sistem pengelolaan sampah dan kendala dalam pengelolaan sampah di setiap wilayah.
Selain melakukan pemantauan, Kemantren Gondomanan juga menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan sampah anorganik. Rakor tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat tata kelola pengelolaan sampah di wilayah Gondomanan.
Cahya menegaskan pengelolaan bank sampah harus dilakukan secara terstruktur, terutama pada aspek administrasi. Sistem kerja bank sampah, menurut dia, menyerupai mekanisme perbankan, mulai dari pencatatan setoran sampah, pencatatan buku tabungan nasabah, hingga rekapitulasi hasil penjualan sampah anorganik.
“Administrasi yang rapi dan tertib menjadi kunci keberhasilan bank sampah. Dengan administrasi yang baik, kepercayaan masyarakat akan meningkat dan program seperti Mas Jos dapat terlaksana secara optimal,” katanya, Senin (2/9/2026).
Ia juga mendorong setiap bank sampah memiliki sistem kerja yang tertata, mulai dari administrasi proses pemilahan sampah nasabah, pencatatan pada buku bantu dan buku tabungan, hingga kelengkapan dokumen sebagai dasar pertanggungjawaban kegiatan pengelolaan sampah anorganik.
“Saat ini proses pematangan program masih terus dilakukan, baik dari sisi koordinasi antar bank sampah, kesiapan administrasi, dan peran aktif pengelola dan masyarakat,” katanya.
Ke depan, ia berharap forum bank sampah Kemantren Gondomanan semakin solid dan memiliki kesamaan pemahaman dalam pengelolaan sampah anorganik. Penguatan koordinasi dan administrasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan, mewujudkan tata kelola sampah yang tertib dan berkelanjutan, sekaligus menyukseskan program Mas Jos di wilayah Kemantren Gondomanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mendorong evaluasi tata kelola Alkid setelah video dugaan pungutan liar dan intimidasi beredar di media sosial.
Microsoft mulai meninggalkan label Copilot+ PC pada perangkat Surface terbaru. Standar NPU dan fitur AI tetap dipertahankan.
Indonesia bisa mengunci tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 jika menang atas Malaysia. Simak skenario dan hasil Singapura vs Bangladesh.
Google Vids kini bisa digunakan gratis untuk membuat video AI hingga 1080p. Ada voiceover dan avatar AI yang mendukung bahasa Indonesia.
Warga Karang dan Sungapan kembali menolak tambang pasir Sungai Progo. Puluhan warga mendatangi kantor CV BKS dan meminta aktivitas dihentikan.
Setir mobil terasa berat saat parkir bisa disebabkan power steering, rack steer, fluida, hingga kaki-kaki. Kenali penyebab dan tanda-tandanya.