Advertisement
Dinkes Kulonprogo Ingatkan Warga Waspada Virus Nipah
Virus - Foto dibuat oleh AI - StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Nipah meskipun hingga kini belum ditemukan kasus di wilayah Bumi Binangun. Imbauan ini disertai langkah pencegahan agar risiko penularan virus Nipah di Kulonprogo dapat ditekan sejak dini.
Kepala Dinkes Kulonprogo, Susilaningsih, menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengonsumsi nira atau aren. Ia meminta masyarakat tidak meminum nira langsung dari pohonnya karena berpotensi terkontaminasi kelelawar pada malam hari.
Advertisement
"Oleh karenanya perlu dimasak sebelum dikonsumsi," katanya kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Virus Nipah diketahui sebagai penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar. Selain itu, Dinkes Kulonprogo juga mengimbau masyarakat menghindari kontak dengan hewan seperti kelelawar dan babi yang diduga terinfeksi. Jika terpaksa melakukan kontak, masyarakat diminta menggunakan alat pelindung diri (APD).
BACA JUGA
"Kami juga mengimbau cuci kupas buah secara menyeluruh dan buang buah yang ada tanda gigitan kelelawar," lanjut Susilaningsih.
Dinkes Kulonprogo turut meminta masyarakat memastikan daging ternak dikonsumsi dalam kondisi matang sempurna. Upaya pencegahan lain yang ditekankan meliputi penerapan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, serta memakai masker apabila mengalami gejala, khususnya bagi kelompok rentan.
Untuk memperkuat kewaspadaan virus Nipah di Kulonprogo, Dinkes melakukan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta meningkatkan koordinasi dengan fasilitas kesehatan guna deteksi dini dan penemuan kasus.
Langkah lain yang ditempuh adalah promosi kesehatan terkait pencegahan dan kewaspadaan virus Nipah serta koordinasi lintas sektor dengan pendekatan one health.
"Koordinasi dengan BKK (Balai Kekarantinaan Kesehatan) sudah terjalin baik melalui SKDR maupun respon cepat adanya penemuan kasus. Sudah tersusunnya dokumen rencana kontingensi bisa menguatkan koordinasi," jelas Susilaningsih. Dokumen rencana kontingensi tersebut menjadi bagian dari strategi kesiapsiagaan apabila ditemukan indikasi kasus virus Nipah di Kulonprogo, sehingga respons dapat dilakukan secara terintegrasi bersama BKK dan fasilitas kesehatan setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Atap Pengganti Tiba, Perbaikan Pasar Induk Godean Sleman Segera
- 14.597 PBI JK APBN di Kulonprogo Dinonaktifkan, Jalur APBD Jadi Solusi
- Padat Karya Sleman 2026 Anggarkan Rp19,1 Miliar, Serap 5.024 Pekerja
- Mobil Listrik Perdana Karya Siswa SMKN 2 Wonosari Tampil di Smakadano
- Rencana Trans Jogja ke Wonosari Terkendala Anggaran dan Regulasi
Advertisement
Advertisement




