Advertisement
CTC Trail Ultra 2026 Hadirkan 5.800 Pelari Dunia di Pantai Bantul
Jumpa pers CTC Trail Ultra 2026 di Jogja, Minggu (8/2/2026). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Ajang lari malam internasional Coast to Coast Night (CTC) Trail Ultra 2026 dipastikan kembali menghidupkan pesisir pantai selatan Bantul pada 14–15 Februari 2026. Event yang memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan ini diikuti 5.800 pelari dari 23 negara, menjadikannya salah satu agenda sport tourism terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ribuan peserta tersebut akan menaklukkan lintasan ultra trail sepanjang lebih dari 42 kilometer dengan karakter jalur pantai dan medan alami khas pesisir selatan. CTC Trail Ultra 2026 diselenggarakan oleh Komunitas Trail Runners Yogyakarta (TRY) dengan ciri utama lari malam di sepanjang garis pantai, yang sejak awal menjadi pembeda event ini dengan lomba lari lainnya.
Advertisement
Lintasan lomba membentang melewati sejumlah destinasi wisata unggulan di Bantul, antara lain Pantai Depok, Pantai Pelangi, Pantai Cemara Sewu, Pantai Parangtritis, kawasan Goa Jepang, hingga Gumuk Pasir. Kombinasi pasir pantai, jalur terbuka pesisir, dan medan alami menjadi tantangan utama yang harus dihadapi para pelari ultra trail.
Race Director CTC Trail Ultra 2026, Roostian Gamananda, menjelaskan bahwa konsep lari malam telah dirancang sejak awal penyelenggaraan untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi pelari jarak jauh. Menurutnya, mayoritas event lari jalan raya maupun trail biasanya digelar pada pagi hingga siang hari.
BACA JUGA
“Kalau biasanya event lari road di aspal itu rata-rata pagi hari, bahkan trail di tempat lain juga banyak yang pagi sampai sore. Sejak pertama kami konsep, kami ingin pelari merasakan pengalaman bertemu malam saat menempuh ultra trail,” kata Roostian saat jumpa pers di Jogja, Minggu (8/2/2026).
Selain memberi sensasi berbeda, pemilihan waktu start malam juga bertujuan menyatukan seluruh kategori lomba di garis finis. Dengan skema tersebut, para peserta dari berbagai jarak tempuh dapat tiba di titik akhir pada pagi hari dan berinteraksi bersama.
“Start sengaja malam supaya semua kategori bisa bertemu di finish, ngobrol bareng, dan membawa pengalaman ini ke event-event berikutnya,” ujarnya.
Penyelenggaraan CTC Trail Ultra 2026 turut mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata. Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), Harfiansa Bimatara, menilai keberlanjutan event ini hingga satu dekade merupakan pencapaian luar biasa bagi sebuah komunitas olahraga.
“Kami dari Kementerian Pariwisata mengapresiasi Coast to Coast yang sudah berlangsung sampai 10 kali. Ini capaian luar biasa karena membangun event berbasis komunitas itu tidak mudah dan membutuhkan komitmen yang sangat kuat,” kata Harfiansa.
Menurutnya, CTC Trail Ultra sejalan dengan pengembangan sport tourism dan promosi pariwisata berbasis event berskala internasional. Ia menilai Yogyakarta memiliki kapasitas untuk terus mengembangkan agenda serupa guna menarik pasar global.
“Ke depan, pengembangan pariwisata berbasis event seperti ini sangat penting karena Jogja memiliki aktivitas dan potensi yang bisa terus dikembangkan untuk pasar internasional,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan dari unsur legislatif daerah. Anggota DPRD DIY, Lisman Puna Kesuma, menilai kehadiran ribuan peserta mancanegara menjadi media promosi efektif bagi Yogyakarta di tingkat global.
“Peserta yang datang ini bukan hanya dari dalam negeri, tetapi juga mancanegara. Ini menunjukkan Yogyakarta ke dunia. Mereka tidak hanya lari, tetapi juga merasakan budaya, kuliner, dan keindahan Jogja,” ucap Lisman.
Ia berharap event seperti CTC Trail Ultra dapat mendorong pemerataan pembangunan pariwisata, khususnya di kawasan selatan DIY. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk meningkatkan fasilitas pendukung di destinasi wisata.
“Ke depan tentu perlu kolaborasi untuk peningkatan fasilitas pendukung agar potensi kawasan selatan, termasuk Parangtritis, dapat berkembang lebih optimal,” katanya, seiring meningkatnya peran CTC Trail Ultra 2026 sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi lokal di Bantul serta DIY secara lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Mengenal Gempa Subduksi, Ancaman Besar di Jalur Cincin Api
- Kunci Masih Menancap, Motor Vario Raib di Depan Rumah Makan Wates
- Kulonprogo Bidik Seluruh Cabor Porda DIY 2027 Digelar di Bumi Binangun
- Festival Fotografi Internasional di ISI Jogja Cetak Kader Muda
- Pemkab Tanggung Biaya Korban Luka Gempa Pacitan, 36 Orang Dirawat
Advertisement
Advertisement




