Penemuan 11 Bayi di Pakem Jadi Alarm Pengawasan
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
RSUD Sleman - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—RSUD Sleman resmi membuka layanan poliklinik sore guna mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang bekerja pada jam kantor. Layanan ini diharapkan menjadi solusi bagi pasien dengan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes yang membutuhkan kontrol rutin namun kesulitan meninggalkan pekerjaan di pagi hari.
Direktur RSUD Sleman, Wisnu Murti Yani, mengatakan selama ini layanan rawat jalan umumnya hanya berlangsung hingga sekitar pukul 14.30–15.00 WIB mengikuti jam kerja pemerintahan. Kondisi tersebut membuat sebagian pasien tidak tertampung atau memilih berobat ke rumah sakit lain.
“Banyak masyarakat yang bekerja di jam kantor, sehingga kalau harus kontrol rutin mereka harus izin kerja. Dengan poliklinik sore ini, kami ingin mewadahi kebutuhan tersebut,” kata Wisnu ditemui di RSUD Sleman, Rabu (11/2/2026).
Untuk mendukung operasional, RSUD Sleman melibatkan dokter mitra serta dokter berstatus ASN yang bersedia praktik di luar jam layanan pagi. Sejumlah layanan penunjang juga telah disiapkan, mulai dari radiologi, laboratorium, hingga patologi anatomi.
“Sekarang sarana dan SDM sudah lebih lengkap. Spesialis tersedia, layanan radiologi dan laboratorium juga siap, sehingga layanan sore bisa berjalan optimal,” katanya.
RSUD Sleman menargetkan layanan sore mampu menyerap sedikitnya sepertiga dari potensi pasien yang sebelumnya tidak tertampung pada layanan pagi. Selama ini, layanan pagi dibuka sejak pukul 08.00 WIB dan pendaftaran ditutup sekitar pukul 12.00 WIB, sementara antrean pelayanan bisa berlangsung hingga sore hari.
Jika animo masyarakat tinggi, manajemen membuka kemungkinan memperpanjang jam layanan hingga malam hari.
Selain memperluas akses layanan, pembukaan poliklinik sore juga diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas rumah sakit, termasuk alat kesehatan seperti MRI yang belum dimanfaatkan maksimal di luar jam pagi.
“Target utama kami memperluas akses layanan. Tapi tentu dengan pemanfaatan sarana yang maksimal, pendapatan rumah sakit juga bisa meningkat,” katanya.
Pada 2026, target pendapatan RSUD Sleman ditetapkan sebesar Rp152 miliar, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp122,4 miliar.
Manajemen telah melakukan sosialisasi sejak awal Januari melalui brosur, media sosial, laman resmi, hingga mengundang sejumlah pemangku kepentingan dan perusahaan agar informasi layanan baru ini menjangkau masyarakat luas.
Berdasarkan informasi resmi RSUD Sleman, pendaftaran poliklinik sore dilakukan di lantai 1 mulai pukul 07.30–15.30 WIB, sementara jam pelayanan berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB.
Adapun layanan yang tersedia dalam poliklinik sore meliputi:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina