Proyek Pembangunan Irigasi Tirtorejo 98%, DPRD DIY Minta Segera Dimanfaatkan
Proyek irigasi DI Tirtorejo, Berbah, Sleman, mencapai 98%. DPRD DIY meminta pembangunan segera selesai dan memberi manfaat bagi petani.
Ilustrasi tawuran./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Aksi tawuran pelajar kembali pecah di kawasan sekitar Stadion Mandala Krida, tepatnya di depan Puskesmas Gondokusuman, Kota Jogja, Rabu (20/5/2026) siang. Kericuhan itu memicu kepanikan warga sekitar karena terjadi di area lalu lintas padat dan dekat fasilitas publik.
Peristiwa tersebut menjadi kejadian kedua dalam rentang sekitar dua pekan terakhir di kawasan yang sama. Sebelumnya, aksi serupa juga sempat terjadi pada awal Mei 2026 dan viral di media sosial.
Video insiden terbaru kembali beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @merapi_uncover. Dalam rekaman itu terlihat sejumlah pelajar berkerumun dan memancing keributan di sekitar Jalan Andong, sisi barat Stadion Mandala Krida.
Kasihumas Polresta Jogja, Iptu Dani HS, mengatakan aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga terkait aksi sekelompok pelajar yang membuat gaduh di jalan.
“Pada pukul 10.40 WIB personel Polsek Gondokusuman dipimpin Kapolsek mendatangi kejadian sekelompok pelajar yang menyalakan kembang api,” kata Dani, Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kelompok pelajar itu datang menggunakan lima sepeda motor secara berboncengan dengan jumlah sekitar 10 orang. Mereka mengenakan seragam sekolah yang sudah dicorat-coret.
Kelompok tersebut melintas dari arah Jalan Tunjung menuju timur ke arah Jalan Andong sambil membunyikan klakson, berteriak-teriak, dan menyalakan kembang api di jalan. Aksi itu kemudian memancing pelajar lain yang berada di sekitar lokasi keluar hingga situasi sempat ricuh.
Polisi menyebut aksi tersebut diduga merupakan bentuk provokasi untuk memancing tawuran antarpelajar. Namun setelah kondisi mulai memanas, kelompok yang memicu keributan langsung meninggalkan lokasi.
“Kelompok pelajar yang melakukan provokasi tersebut kabur meninggalkan lokasi, dan dalam kejadian tersebut tidak ada korban,” ujar Dani.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kejadian berulang di kawasan Mandala Krida mulai memunculkan kekhawatiran warga. Lokasi tersebut diketahui menjadi salah satu titik ramai aktivitas pelajar dan pengguna jalan pada jam sekolah.
Sebelumnya, pada Selasa (5/5/2026), aksi serupa juga terjadi di kawasan sekitar Mandala Krida. Saat itu, sekelompok pelajar mendatangi sebuah SMK di Kemantren Umbulharjo dan diduga memancing keributan dengan melempar batu ke arah lingkungan sekolah.
Dalam kasus sebelumnya, aparat kepolisian sempat mengamankan sejumlah pelajar yang diduga terlibat. Polisi juga meminta pihak sekolah serta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa di luar sekolah untuk mencegah aksi tawuran kembali terulang di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Proyek irigasi DI Tirtorejo, Berbah, Sleman, mencapai 98%. DPRD DIY meminta pembangunan segera selesai dan memberi manfaat bagi petani.
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal sebagai calon legenda sepak bola setelah Spanyol menang 3-1 atas Republik Ceko.
Indonesia menyampaikan sikap soal excess capacity, kerja paksa, dan MFN dalam Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Amerika Serikat.
Sebanyak 580 atlet dari Jawa Tengah dan DIY mengikuti kejuaraan pencak silat di Temanggung untuk pembinaan dan penjaringan bibit unggul.
DPRD Kota Jogja mendorong optimalisasi lahan perkotaan, pekarangan, dan aset pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Event di Jogja dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi kreatif dengan membuka peluang bagi UMKM, pekerja seni, dan pelaku usaha kreatif.