Penjualan Motor Listrik di Jogja Naik, Sleman Jadi Pasar Terbesar
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Perajin besek bambu tengah mengerjakan pesanan untuk kebutuhan wadah daging kurban perayaan Iduladha di kawasan Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Rabu (20/5/2026). / Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Permintaan besek bambu untuk kebutuhan pembagian daging kurban menjelang Iduladha di wilayah Pendowoharjo, Sewon, Bantul mengalami lonjakan signifikan hingga membuat para perajin kewalahan dan sebagian terpaksa menolak pesanan baru.
Peningkatan permintaan tersebut terjadi sejak hampir dua bulan sebelum Iduladha, dengan pesanan yang datang dari berbagai kalangan mulai dari masjid, kampung, panitia kurban, hingga acara hajatan warga di berbagai wilayah Bantul dan sekitarnya.
Salah satu perajin sekaligus juragan besek di Pendowoharjo, Jumini (65), mengatakan pesanan sudah mulai masuk jauh hari sebelum hari raya. Mayoritas pesanan berupa besek ukuran 18 sentimeter yang digunakan untuk wadah daging kurban sekitar satu kilogram.
“Kurang dua bulan sudah pada pesan. Biasanya rata-rata pesan 500 lembar ukuran 18 sentimeter buat daging ukuran satu kilogram lebih,” kata Jumini, Rabu (20/5/2026).
Selain ukuran kecil, besek berukuran lebih besar dengan diameter sekitar 25 sentimeter juga banyak dipesan untuk wadah daging kurban hingga lima kilogram. Produk tersebut biasanya digunakan oleh panitia kurban untuk membagikan daging kepada sohibul kurban.
Harga besek bervariasi, mulai Rp10.000 per pasang untuk ukuran besar (wadah dan penutup), sementara ukuran kecil dijual sekitar Rp65.000 per kodi atau 20 pasang. Produk ini dipasarkan ke berbagai wilayah, termasuk Bangunjiwo hingga kawasan Jalan Kaliurang, bahkan sejumlah hotel disebut menjadi pelanggan tetap.
Jumini menyebut sebagian besar pelanggan merupakan pemesan lama yang rutin melakukan pemesanan setiap Iduladha. Namun tingginya permintaan tahun ini membuat dirinya bersama lima perajin lain yang bekerja bersamanya kewalahan memenuhi seluruh order.
Produksi besek yang masih dilakukan secara manual serta bergantung pada ketersediaan bambu menjadi salah satu faktor terbatasnya kapasitas produksi. Kondisi ini membuat sebagian pesanan harus ditolak karena waktu pengerjaan tidak mencukupi.
“Kalau ramai begini sampai nolak-nolak. Kemarin ada yang pesan 400 biji ukuran kecil buat nasi megono habis salat Iduladha, tapi saya enggak sanggup,” ujarnya.
Saat ini, Jumini mengaku sudah tidak lagi menerima pesanan baru sejak awal pekan dan hanya fokus menyelesaikan order yang telah masuk sebelumnya. Meski begitu, setelah Iduladha, ia masih akan melanjutkan produksi untuk memenuhi permintaan besek dari kegiatan hajatan warga.
Meski permintaan meningkat, harga besek tidak mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan harga hanya dilakukan secara terbatas agar pelanggan lama tetap bertahan.
“Kasihan kalau pelanggan. Naiknya enggak sampai Rp5.000,” katanya.
Perajin lainnya, Punikem (56), mengatakan proses pembuatan besek saat ini dilakukan secara bertahap bersama anggota keluarga. Produksi harian juga terbatas karena proses pengerjaan masih manual.
“Kalau mepet waktunya enggak sempat. Sehari paling bisa buat 40 besek,” ujarnya.
Dalam proses produksi, setiap anggota keluarga memiliki peran masing-masing, mulai dari memisahkan bambu hingga merangkai besek menjadi produk siap jual. Harga besek yang dipasok ke juragan juga bervariasi, mulai sekitar Rp9.000 per paket tergantung ukuran dan jenis pesanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.