JBBA 2026 Tak Sekadar Penghargaan, Utamakan Dampak Nyata Bagi DIY
JBBA 2026 mengusung konsep penghargaan berbasis dampak bagi pembangunan DIY dengan fokus pada pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi berkelanjutan.
Penumpang naik turun kereta api di Stasiun Tugu Jogja. - dok/PT KAI Daop 6
Harianjogja.com, JOGJA—Puncak arus balik Iduladha via Kereta Api dari wilayah Daop 6 Jogja diprediksi terjadi mulai besok Minggu (8/6/2025). Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan, volume keberangkatan pada besok tercatat mencapai 19.135 penumpang.
Volume keberangkatan dari Jogja lebih banyak lagi pada hari Senin (9/6/2025) yang mencapai 19.958 orang. Angka ini masih bisa bertambah seiring dengan masih dibukanya penjualan tiket kereta.
Adapun volume kedatangan penumpang di stasiun wilayah Daop 6 Yogyakarta mulai melandai. Diperkirakan akan ada 13.454 kedatangan penumpang pada Sabtu (7/6/2025).
“Untuk volume kedatangan penumpang KA jarak jauh cenderung stabil dan keberangkatan diperkirakan akan mulai meningkat Minggu (8/6) dan Senin (9/6) karena memang arus balik,” kata Feni, Sabtu (7/6/2025).
Puncak kedatangan penumpang sendiri telah terjadi pada Kamis (5/6) dengan 25.784 penumpang, sedangkan hari selanjutnya sudah mulai menurun di 20.480 penumpang.
Feni mengimbau bagi calon penumpang yang belum memiliki tiket pada puncak arus balik agar dapat segera mempersiapkan demi menghindari kehabisan tiket.
Adapun tingkat okupansi keberangkatan awal stasiun Daop 6 pada hari ini pukul 09:00 WIB mencapai 125 persen, dengan penjualan sebesat 125.249 tempat duduk dari yang disediakan sebanyak 99.982 tempat duduk.
"Angka ini tercapai karena beberapa KA mencatatkan okupansi yang cukup fantastis karena permintaan pelanggan yang sangat tinggi dibandingkan dengan tempat duduk yang disediakan sehingga dalam 1 tempat duduk terjual beberapa kali," jelasnya.
Berikut ini ialah 10 kereta dengan tingkat okupansi tertinggi hingga di atas 100%.
1. Sri Tanjung (278) dengan okupansi 534%
2. Bengawan (281) dengan okupansi 479%
3. Joglosemarkerto (187) dengan okupansi 202%
4. Joglosemarkerto (193) dengan okupansi 190%
5. Taksaka (47) dengan okupansi 148%
6. Taksaka (45) dengan okupansi 109%
7. Jaka Tingkir (255) dengan okupansi 109%
8. Argo Lawu (13) dengan okupansi 109%
9. Progo (257) dengan okupansi 106%
10. Taksaka (43) dengan okupansi 104%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JBBA 2026 mengusung konsep penghargaan berbasis dampak bagi pembangunan DIY dengan fokus pada pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi berkelanjutan.
Budaya membaca dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk memperkuat ketahanan keluarga.
Pemanfaatan media sosial sebagai strategi pemasaran dinilai menjadi kunci bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar
Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih satu emas, dua perak, dan dua perunggu pada International Physics Olympiad 2026 di Kolombia.
Anggota DPRD DIY Yuni Satia Rahayu mengatakan kebiasaan memasak dari dapur rumah tangga bukan hanya berdampak pada kesehatan keluarga
Umbulharjo menjadi percontohan pengelolaan sampah organik di Jogja. Warga dilatih mengolah sisa dapur dengan metode Losida Vermicompos.