DIY Siapkan Raperda Perfilman, Dorong Film Lokal Tembus Industri
Pemda DIY siapkan Raperda Perfilman untuk bangun ekosistem film berbasis budaya sekaligus dorong industri kreatif lokal.
Menpora, sekaligus Ketua PSSI, Erick Thohir saat ditemui di Stadion Mandala Krida, Jogja, pada Rabu (8/7/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya melanjutkan pembenahan Stadion Mandala Krida kembali mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menyatakan kesiapannya untuk membantu mempertemukan Pemerintah Daerah DIY dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mencari solusi atas berbagai persoalan yang masih menghambat pengembangan stadion kebanggaan masyarakat Yogyakarta tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Erick saat menghadiri pertandingan semifinal Liga 4 di Stadion Mandala Krida, Rabu (8/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengaku menyayangkan masih adanya fasilitas penting yang belum tersedia, salah satunya lampu stadion.
Menurut Erick, secara umum Mandala Krida memiliki kualitas infrastruktur yang baik dan layak menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga di DIY. Namun, pengembangan lanjutan stadion belum berjalan optimal karena masih berkaitan dengan persoalan hukum dari proyek renovasi yang pernah terjadi sebelumnya.
“Sayang, karena stadionnya bagus. Tapi tadi saya sudah bicara dengan pemerintah daerah, nanti ada beberapa isu dengan KPK untuk kita cari seperti apa solusinya,” ujar Erick.
Ia menilai keberadaan kepastian hukum menjadi faktor penting sebelum pemerintah maupun pihak terkait mengalokasikan investasi baru untuk melengkapi berbagai fasilitas stadion. Dengan adanya kejelasan tersebut, proses pembangunan lanjutan dapat dilakukan secara aman dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Erick menegaskan pemerintah pusat siap membantu memperlancar komunikasi antara Pemda DIY dan KPK. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka jalan bagi penyelesaian berbagai hambatan yang selama ini membuat sejumlah kebutuhan infrastruktur stadion belum dapat direalisasikan.
“Sehingga infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah daerah sebelumnya bisa terus diperbaiki sedikit lagi. Kalau ada investasi baru seperti lampu dan lain-lain, paling tidak dasar hukumnya ada, karena sebelumnya ada kasus,” katanya.
Keberadaan lampu stadion menjadi salah satu kebutuhan mendesak apabila Mandala Krida ingin menggelar pertandingan atau kegiatan olahraga pada malam hari. Selain meningkatkan fleksibilitas penggunaan stadion, fasilitas tersebut juga dapat mendukung penyelenggaraan kompetisi sepak bola dan event olahraga berskala lebih besar.
Di sisi lain, pemerintah daerah dan DPRD DIY juga masih mempersiapkan tahapan teknis sebelum renovasi lanjutan dapat dilakukan. Salah satu langkah yang tengah dibahas adalah pergeseran anggaran untuk mendukung proses kajian teknis yang dibutuhkan dalam penyusunan rencana renovasi.
Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu, sebelumnya menjelaskan bahwa pembahasan pergeseran anggaran dilakukan bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) DIY, serta Kementerian Dalam Negeri.
Menurut Dwi, prioritas saat ini adalah pelaksanaan kajian struktur tanah yang menjadi syarat penting dalam penyusunan mutual check nol (MC-0). Tahapan tersebut diperlukan sebelum perencanaan renovasi stadion dapat dilanjutkan secara lebih rinci.
“Yang namanya uji tanah itu kunci. MC-0 tidak akan jalan kalau ini belum beres, jadi anggarannya harus digeser ke sana,” ujarnya.
Bagi masyarakat DIY, perkembangan Mandala Krida bukan sekadar persoalan fasilitas olahraga. Stadion ini memiliki peran strategis sebagai pusat kegiatan olahraga, pembinaan atlet, hingga penyelenggaraan kompetisi sepak bola yang mampu menggerakkan ekonomi daerah.
Karena itu, dukungan pemerintah pusat untuk membantu mencari solusi atas hambatan hukum yang masih ada dinilai menjadi langkah penting. Jika berbagai persoalan tersebut dapat diselesaikan, peluang untuk melengkapi fasilitas stadion dan meningkatkan kualitas Mandala Krida sebagai venue olahraga modern akan semakin terbuka.
Kini perhatian publik tertuju pada hasil koordinasi antara Pemda DIY, pemerintah pusat, dan KPK. Kejelasan dasar hukum serta penyelesaian tahapan teknis menjadi kunci agar pembenahan Mandala Krida dapat kembali berjalan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi olahraga serta masyarakat Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY siapkan Raperda Perfilman untuk bangun ekosistem film berbasis budaya sekaligus dorong industri kreatif lokal.
Pemkab Gunungkidul siap memfasilitasi minat investor Jepang untuk membangun pabrik kerajinan kulit, dengan menyediakan lahan 2 hektare di Kawasan Industri Semin
Pemkot Magelang meluncurkan SI LANDAK untuk menghadirkan layanan administrasi kependudukan hingga tingkat kelurahan secara cepat dan gratis.
Xiaomi siap luncurkan HyperOS 4 Agustus 2026! Klaim performa meningkat 40%, AI offline, dan transfer file 300% lebih cepat. Cek daftar perangkat yang kebagian!
BPOB dan BUMDesa Binangun Raharja bekerja sama mengelola sampah Borobudur Highland untuk mewujudkan zero waste dan ekonomi sirkular.
Pengumuman Seleksi Mandiri Bela Negara 1 UPN Yogyakarta diundur dari 8 Juli ke 15 Juli 2026 akibat kendala teknis. Panitia minta maaf dan siapkan layanan inform