Sri Sultan Jalani Cuti Kesehatan, Paku Alam X Jadi Plh Gubernur DIY
Sri Sultan Hamengku Buwono X menjalani cuti kesehatan hingga 1 Juli 2026. Paku Alam X ditunjuk sebagai Plh Gubernur DIY untuk menjalankan tugas harian.
Sayuran hijau. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA— Program pekarangan pangan terus diperkuat Kelurahan Kadipaten, Kemantren Kraton, Kota Jogja sebagai langkah meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan yang melibatkan kader kampung, PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT), pengurus kampung, serta warga setempat pada Senin (29/6/2026).
Pelatihan yang berlangsung di Aula Kelurahan Kadipaten menghadirkan penyuluh Kementerian Pertanian, Sagio, sebagai narasumber. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik mengoptimalkan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan dan hortikultura sehingga mampu dimanfaatkan secara produktif di lingkungan rumah masing-masing.
Lurah Kadipaten, Suparman, mengatakan setiap pekarangan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan keluarga apabila dikelola dengan baik. Selain menyediakan kebutuhan konsumsi sehari-hari, pemanfaatan pekarangan juga dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, produktif, dan bernilai ekonomi.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan pekarangan yang dimiliki. Selain dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, hasil pekarangan juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan,” ujar Suparman.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mulai dari pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan, pembuatan media tanam, pemanfaatan pupuk organik, teknik pengendalian hama yang ramah lingkungan, hingga cara merawat tanaman agar menghasilkan panen yang optimal.
Selain sesi penyampaian materi, peserta juga mengikuti diskusi interaktif yang membahas berbagai persoalan di lapangan. Sejumlah topik yang mengemuka antara lain teknik bercocok tanam di lahan sempit, perawatan tanaman saat musim kemarau, hingga pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan kompos.
Melalui kegiatan ini, Kelurahan Kadipaten berharap seluruh peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan masing-masing sehingga pekarangan pangan dapat berkembang menjadi sumber pangan keluarga yang sehat, bergizi, sekaligus berkelanjutan. Program tersebut juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga serta mendukung terciptanya kawasan permukiman yang hijau, produktif, dan mandiri.
Kelurahan Kadipaten menegaskan pendampingan kepada masyarakat akan terus dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan pertanian perkotaan. Dengan dukungan tersebut, pemanfaatan pekarangan pangan diharapkan semakin optimal sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga sekaligus memperluas praktik ketahanan pangan keluarga di lingkungan permukiman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menjalani cuti kesehatan hingga 1 Juli 2026. Paku Alam X ditunjuk sebagai Plh Gubernur DIY untuk menjalankan tugas harian.
Pemkab Bantul mempercepat sertifikasi halal UMKM. Baru sekitar 20 persen produk bersertifikat, dengan sektor pangan menjadi prioritas.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp64.250 per kg pada 1 Juli. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru berdasarkan data PIHPS Nasional.
Kemenhut menegaskan mangrove Indonesia berperan penting menghadapi perubahan iklim, menjaga kedaulatan negara, dan menjadi pusat pembelajaran dunia.
DPR mendesak pemerintah mengangkat seluruh guru PPPK menjadi penuh waktu serta mengusulkan gaji minimal Rp7 juta per bulan.
Promo tiket Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko masih berlaku hingga 3 Juli 2026. Ada buy 1 get 1, diskon tiket, dan promo naik candi.