Taj Yasin Minta Seluruh OPD Jateng Contek Pengembangan Desa Kranggan
"Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian kepala dinas kita untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang"
Jajaran Forkopimda Bantul bersama Kementerian Pertanian RI saat melakukan panen raya jagung di lahan Balong Opak, Dusun Klaras, Canden, Jetis, Bantul, Sabtu (14/6/2025). - Antara
BANTUL–Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Kepolisian Resor (Polres) setempat menggelar panen raya jagung di lahan Balong Opak, Dusun Klaras, Canden, Jetis, Bantul, Sabtu (14/6/2025). Upaya ini sebagai langkah kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program swasembada pangan nasional.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut, sinergi dengan Kementerian Pertanian, TNI, dan Polri merupakan bagian dari langkah memperkuat ketahanan pangan. Ia menyatakan, produksi beras di Bantul saat ini sudah surplus dan berharap capaian serupa bisa diikuti oleh komoditas jagung.
“Dari hulu sampai hilir, pemerintah sudah intervensi besar-besaran. Mulai bantuan alat dan mesin pertanian, benih, pupuk, hingga perbaikan irigasi. Di hilirnya, pemerintah juga sudah menetapkan harga panen yang menjamin keuntungan bagi petani,” ujar Halim.
Menurutnya, harga gabah kering panen (GKP) saat ini dipatok Rp6.500/kg, sementara harga jagung mencapai Rp5.500/kg. “Ini menunjukkan tata kelola pertanian kita sudah semakin solid. Petani semakin diuntungkan dan sejahtera,” jelas dia.
Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari menjelaskan, kegiatan panen ini merupakan kelanjutan dari penanaman jagung yang dilakukan sejak 5 Februari 2025 oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
BACA JUGA: Tol Jogja-Solo: Ada Penambahan Bidang Tanah, Ini Jadwal Terbaru Pembebasan Lahan
“Lahan yang semula tidur ini kini menjadi sumber pangan. Ini bentuk nyata kontribusi kami dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional,” katanya.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Yudi Sastro menyebut lahan yang dipanen seluas sekitar 3 hektare merupakan transformasi dari lahan tidur menjadi lahan produktif berkat inisiasi jajaran Polri. Hasil panen kali ini mencatatkan produktivitas sebesar 9,11 ton per hektare, jauh di atas rata-rata nasional.
“Kerja sama ini luar biasa. Target kami nasional, bersama Polri, menanam jagung di 1 juta hektare lahan sepanjang tahun 2025. Dari Oktober 2024 hingga Mei 2025, luas tanam jagung nasional sudah setara target satu tahun,” ungkap Yudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
"Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian kepala dinas kita untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang"
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.