Suluh Sumurup Art Festival 2026 Tegaskan Eksistensi Seniman Disabilitas Lewat Karya
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Jajaran Forkopimda Bantul bersama Kementerian Pertanian RI saat melakukan panen raya jagung di lahan Balong Opak, Dusun Klaras, Canden, Jetis, Bantul, Sabtu (14/6/2025). - Antara
BANTUL–Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Kepolisian Resor (Polres) setempat menggelar panen raya jagung di lahan Balong Opak, Dusun Klaras, Canden, Jetis, Bantul, Sabtu (14/6/2025). Upaya ini sebagai langkah kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program swasembada pangan nasional.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut, sinergi dengan Kementerian Pertanian, TNI, dan Polri merupakan bagian dari langkah memperkuat ketahanan pangan. Ia menyatakan, produksi beras di Bantul saat ini sudah surplus dan berharap capaian serupa bisa diikuti oleh komoditas jagung.
“Dari hulu sampai hilir, pemerintah sudah intervensi besar-besaran. Mulai bantuan alat dan mesin pertanian, benih, pupuk, hingga perbaikan irigasi. Di hilirnya, pemerintah juga sudah menetapkan harga panen yang menjamin keuntungan bagi petani,” ujar Halim.
Menurutnya, harga gabah kering panen (GKP) saat ini dipatok Rp6.500/kg, sementara harga jagung mencapai Rp5.500/kg. “Ini menunjukkan tata kelola pertanian kita sudah semakin solid. Petani semakin diuntungkan dan sejahtera,” jelas dia.
Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari menjelaskan, kegiatan panen ini merupakan kelanjutan dari penanaman jagung yang dilakukan sejak 5 Februari 2025 oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
BACA JUGA: Tol Jogja-Solo: Ada Penambahan Bidang Tanah, Ini Jadwal Terbaru Pembebasan Lahan
“Lahan yang semula tidur ini kini menjadi sumber pangan. Ini bentuk nyata kontribusi kami dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional,” katanya.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Yudi Sastro menyebut lahan yang dipanen seluas sekitar 3 hektare merupakan transformasi dari lahan tidur menjadi lahan produktif berkat inisiasi jajaran Polri. Hasil panen kali ini mencatatkan produktivitas sebesar 9,11 ton per hektare, jauh di atas rata-rata nasional.
“Kerja sama ini luar biasa. Target kami nasional, bersama Polri, menanam jagung di 1 juta hektare lahan sepanjang tahun 2025. Dari Oktober 2024 hingga Mei 2025, luas tanam jagung nasional sudah setara target satu tahun,” ungkap Yudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.