Kelok 23 Dibuka, DPRD Minta Pemkab Bantul Kembangkan Destinasi Wisata di Luar Pansela
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Foto ilustrasi penemuan mayat/jenazah. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, BANTUL—Polisi masih melakukan proses identifikasi terhadap mayat tanpa identitas yang ditemukan di aliran Sungai Bedog, Dusun Mangir Tengah, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul. Kondisi jasad yang sudah membusuk dan rusak membuat ciri-ciri korban sulit dikenali.
Hingga Selasa (12/5/2026), aparat kepolisian belum dapat memastikan identitas maupun jenis kelamin korban. Saat ditemukan, mayat hanya mengenakan celana panjang berbahan kain berwarna gelap tanpa penanda khusus lainnya.
“Tidak ada ciri-ciri menonjol. Hanya ditemukan celana panjang jenis kain warna gelap pada mayat tanpa identitas,” kata Kepala Seksi Humas Polres Bantul Rita Hidayanto, Selasa (12/5/2026).
Rita menjelaskan proses identifikasi masih dilakukan di RS Bhayangkara Polda DIY. Polisi sejauh ini juga belum memperoleh petunjuk tambahan karena kondisi tubuh korban telah rusak parah dan sebagian tinggal tulang belulang.
“Belum ada hasilnya untuk identifikasi,” ujarnya.
Sebelumnya, warga menemukan mayat tersebut pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Penemuan bermula ketika seorang warga bernama Endri Widiatmoko sedang memancing di Sungai Bedog dan melihat benda menyerupai celana di antara tumpukan sampah sungai.
Karena curiga, saksi kemudian mendekati lokasi dan mendapati benda tersebut ternyata sesosok mayat. Temuan itu lalu dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Saat proses olah tempat kejadian perkara berlangsung, petugas kembali menemukan tengkorak manusia yang berjarak sekitar tiga meter dari lokasi penemuan mayat pertama. Penemuan itu membuat polisi memperluas proses pemeriksaan di sekitar aliran sungai.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis Puskesmas Pajangan, mayat pertama diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga pekan sebelum ditemukan. Kondisi tubuh korban sudah membusuk, sebagian menjadi tulang belulang, dan hanya menyisakan sedikit jaringan daging pada bagian punggung atas serta telapak kaki.
Selain itu, tulang tangan kiri korban juga sudah tidak ditemukan. Sementara tengkorak kedua diperkirakan telah berada di lokasi selama berbulan-bulan karena kondisinya sudah ditumbuhi lumut.
Polres Bantul mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi hotline Polres Bantul guna membantu proses pencocokan DNA dan identifikasi korban.
"Kami menghimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar melaporkan ke kepolisian terdekat atau dapat menghubungi polres bantul melalui hotline 110 atau 087875202024 untuk dapat difasilitasi pencocokan DNA," pungkas Rita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
PISA 2025 menempatkan Singapura dengan skor membaca tertinggi 535. Indonesia naik 6 poin menjadi 365. Berikut daftar lengkapnya.
Arif Aiman disorot akun Malaysia setelah Indonesia ditahan 0-0. Winger JDT itu disebut lebih hebat dari pemain Timnas Indonesia.
Harga emas Pegadaian 29 September 2026 untuk Antam, Galeri24, dan UBS lengkap dengan harga jual serta buyback berbagai ukuran.