Kecelakaan Maut di Parangtritis Bantul, Pemotor Tewas Tabrak Pembatas
Kecelakaan tunggal di Parangtritis Bantul tewaskan 1 orang. Pengendara diduga kehilangan konsentrasi di tikungan Duwuran.
Kuasa hukum band Hiphop Moonafight saat menyampaikan klarifikasi atas tuduhan yang dilayangkan kepada kliennya di sosial media, Minggu (10/5/2026). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, BANTUL—Kuasa hukum grup hiphop Jogja, Moonafight, membantah tudingan intimidasi hingga ancaman pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial V yang ramai beredar di media sosial. Pihak kuasa hukum menilai narasi yang berkembang telah merugikan nama baik personel grup tersebut dan mengarah pada pembunuhan karakter.
Direktur JRJ Law Office, Fadhel Hanafi, menjelaskan bahwa persoalan bermula pada 1 Juli 2025 ketika muncul informasi di media sosial yang menyebut salah satu personel Moonafight berinisial D bersama sejumlah rekannya mendatangi rumah V dengan membawa massa serta diduga dalam pengaruh alkohol.
Menurut Fadhel, informasi yang beredar tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan. Ia menyebut kedatangan kliennya saat itu bertujuan untuk melakukan klarifikasi atau tabayun atas persoalan yang berkembang.
“Yang sebenarnya terjadi, D dan teman-teman Moonafight datang untuk mengklarifikasi atau tabayyun. Bahkan suami dari saudari V juga ikut hadir,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Fadhel menuturkan, ketika rombongan mendatangi rumah orang tua V, perempuan tersebut disebut tidak berada di lokasi. Namun setelah kejadian itu, muncul sejumlah unggahan di media sosial yang menyebut kedatangan personel Moonafight menyebabkan V mengalami keguguran saat usia kandungan tujuh bulan.
Narasi tersebut, lanjutnya, mulai ramai pada 29 April 2026 setelah V menghubungi akun Instagram bang.julid. Dalam percakapan yang diunggah, V mengaku menjadi korban ancaman pembunuhan dari salah satu musisi hiphop hingga menyebabkan bayi dalam kandungannya meninggal dunia.
Pihak kuasa hukum mengaku menemukan sejumlah kejanggalan dalam tuduhan yang beredar. Salah satu yang dipersoalkan berkaitan dengan tanggal kematian bayi sebagaimana tercantum dalam percakapan WhatsApp antara V dan suaminya.
“Di chat itu tertulis anak lahir dan meninggal pada 17 Oktober 2025. Sementara kedatangan klien kami terjadi 1 Juli 2025. Kalau disebut usia kandungan tujuh bulan saat didatangi, berarti ada selisih waktu yang tidak sesuai,” katanya.
Selain itu, JRJ Law Office juga mengaku belum menerima bukti medis berupa surat keterangan dokter maupun rumah sakit yang menyatakan bayi tersebut meninggal akibat peristiwa yang dituduhkan kepada personel Moonafight dan D.
Fadhel menilai tuduhan yang berkembang di media sosial telah mengarah pada fitnah serta merusak reputasi kliennya. Karena itu, pihaknya melaporkan persoalan tersebut ke Polda DIY dengan nomor laporan STPL/B/298/V/2026/SPKT/POLDA DIY.
Ia menjelaskan laporan tersebut sementara diterima menggunakan Pasal 433 KUHP terkait penyebaran informasi yang tidak benar. “Pasal itu ancamannya pidana satu tahun enam bulan. Tetapi ini masih tahap awal laporan dan pengembangannya nanti menjadi kewenangan kepolisian,” ujarnya.
Sebelumnya, kasus ini viral di media sosial setelah muncul unggahan yang menuduh salah satu personel Moonafight menyebabkan seorang perempuan mengalami keguguran akibat intimidasi. Unggahan dari akun Instagram bang.julid itu turut menyertakan tangkapan layar percakapan aplikasi perpesanan serta video jenazah bayi yang kemudian memicu perhatian luas di media sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan tunggal di Parangtritis Bantul tewaskan 1 orang. Pengendara diduga kehilangan konsentrasi di tikungan Duwuran.
Kemnaker membuka pendaftaran bantuan TKM Pemula 2026 hingga 17 Mei untuk calon wirausaha mandiri.
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.
Maverick Viñales kembali tampil di MotoGP Catalunya 2026 setelah absen tiga seri akibat operasi bahu.
Tips traveling aman saat gelombang panas agar terhindar dari dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan selama liburan.
Oscar Piastri diingatkan agar tidak terburu-buru meninggalkan McLaren meski masuk radar Red Bull Racing.