iOS 27 Rilis: iPhone 11 Dapat, tapi Tak Semua Fitur AI
iOS 27 resmi rilis. Cek daftar iPhone yang kebagian, fitur Siri AI, Apple Intelligence, cara instal, dan perbedaan dukungan tiap model.
Ilustrasi petugas melakukan tes swab./ANTARA FOTO-Asprilla Dwi Adha\n
Harianjogja.com, BANTUL--Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo berencana turun langsung ke Lopati, Trimurti, menyusul minimnya kesadaran warga yang hadir dalam pemakaman jenazah Covid-19 tanpa protokol kesehatan, 1 Juni lalu untuk mengikuti swab PCR massal.
"Saya akan turun langsung dan mengajak mereka untuk mau mengikuti swab. Harapannya mereka mau untuk mengikutinya," kata Joko, Senin (7/6/2021) sore.
Menurut Joko sejauh ini belum ada rencana dari Pemkab untuk memaksa warga RT92 yang enggan datang dalam swab massal maupun swab yang dihelat di Puskesmas Srandakan. Sejauh ini, Pemkab terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kalurahan Trimurti, dan Kapanewon Srandakan, memberikan edukasi kepada warga agar mau mengikuti swab.
"Kami akan edukasi, kenapa mereka tidak ikuti swab. Padahal swab ini kan penting, bagi siapa pun yang sempat kontak. Siapa pun harus ditracing, kami koordinasi dengan pak lurah trimurti agar bisa diswab," terangnya.
BACA JUGA: Hasil Penelitian UGM: Varian Baru Virus Corona Belum Terdeteksi Di DIY
Sementara Panewu Srandakan Anton Yulianto mengatakan, sampai saat ini dari 25 orang yang harusnya menjalani swab, baru ada 6 orang yang menjalani swab. Keenam orang tersebut menjalani swab PCR, saat pemerintah kapanewon melakukan swab jemput bola di Lopati, Sabtu (5/6/2021).
"Sesuai kesepakatan, hari ini bagi mereka belum menjalani swab, Sabtu (5/6/2021), maka dilayani di Puskesmas. Tapi, kami tunggu sampai siang tadi tidak ada yang swab di puskesmas," terang Anton.
Terkait dengan hasil swab untuk keenam warga RT92 Lopati yang telah menjalani swab, Anton mengaku belum mendapatkan hasilnya. "Hasilnya belum, masih proses," ucap Anton.
Anton mengungkapkan, sejauh ini pemerintah kapanewon Srandakan masih memberikan waktu sampai Selasa (8/6/2021) agar warga datang ke Puskesmas Srandakan dan menjalani swab PCR. Jika nantinya tetap tidak ada yang datang, Anton menyerahkan mekanisme kepada Pemerintah Kabupaten.
"Kita nderek dari satgas kabupaten. Kita beri satu hari besok," tandasnya.
Anton menambahkan, sejauh ini pihaknya masih terus melakukan pemantauan terhadap warga di RT 92 Lopati. Jika nantinya didapatkan ada warga bergejala, Ketua RT 92 wajib berkoordinasi dengan puskesmas. "Nanti Ketua RT kami minta melaporkan jika ada yang bergejala kepada puskesmas," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
iOS 27 resmi rilis. Cek daftar iPhone yang kebagian, fitur Siri AI, Apple Intelligence, cara instal, dan perbedaan dukungan tiap model.
Gunungkidul mendorong tertib adminduk melalui layanan online, jemput bola, penghargaan Pelanduk, dan perhatian bagi kelompok rentan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 16 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal dari Jogja dan Kutoarjo lengkap.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 16 September 2026 tersedia menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini dengan tarif mulai Rp12.000.
Dugaan beras fortifikasi tak sesuai label ditemukan pemerintah. Harganya mencapai Rp57.000 per kilogram dan diduga rugikan konsumen Rp89 triliun.
Kebakaran hutan pinus di lereng Lawu mengancam satwa liar. Satu anak rusa ditemukan mati, sementara sarang Elang Ular Bido selamat.