IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Foto ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Kasus Covid-19 yang terus naik mendorong Pemda DIY menyiapkan fasilitas kesehatan yang memadai.
Kasus Covid-19 harian di DIY pecah rekor dengan jumlah kasus tertinggi sepanjang pandemi ini melanda DIY Maret tahun lalu.
Kasus Covid-19 di DIY kembali memecahkan rekor. Kalau beberapa waktu terakhir kasus Covid-19 di DIY bertambah signifikan hingga 400 pasien per harinya, maka berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Pemda DIY pada Rabu (16/6/2021) tercatat ada tambahan kasus baru hingga mencapai 534 kasus.
Dengan adanya tambahan kasus sebanyak itu, maka total kasus Covid-19 di DIY hingga saat ini sudah tembus di angka 50.151 kasus. Kabupaten Sleman dan Bantul masih memegang rekor tertinggi penambahan kasus baru.
BACA JUGA: Belasan Pegawai Pemkab Kulonprogo Terinfeksi Corona, Kantor Dinas Pariwisata Ditutup
Dari Sleman tercatat ada tambahan 257 kasus dan Bantul sebanyak 190 kasus. Disusul Kota Yogyakarta dengan 44 kasus, Kulon Progo 30 kasus dan Gunungkidul 13 kasus baru.
Angka kasus meninggal pun juga cukup tinggi pada Rabu ini yang mencapai 15 pasien. Sehingga total kasus meninggal di DIY mencapai 1.312 orang.
Sedangkan angka kasus sembuh bertambah 278 kasus. Dengan demikian total kasus sembuh di DIY sebanyak 44.573 kasus.
Menanggapi fenomena ini, Pemda DIY meminta rumah sakit rujukan Covid-19 untuk menambah kapasitas ruangan untuk penanganan Covid-19. Sebanyak 27 RS rujukan Covid-19 di lima kabupaten/kota menyediakan minimal 30 persen kapasitas ruangan yang dikhususkan bagi pelayanan Covid-19.
"Bila dimungkinkan ada tempat ya kita tambah [kapasitasnya," ujar Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs Tri Saktiyana di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (16/06/2021).
Selain kapasitas RS, Pemda juga berupaya menambah suplai oksigen di RS rujukan Covid-19 dan fasilitas kesehatan (faskes) lain. Diantaranya dengan meminta suplier atau pemasok oksogen untuk menyedikan 80 persen pasokannya untuk keperluan gas oksigen untuk ventilator pasien.
"Karena ada rumah sakit yang kesulitan oksigen untuk memastikan kecukupan oksigen. Ketika gas oksigen tidak hanya untuk medis, tapi ketika dibutuhkan untuk medis maka perlu didahulukan," jelasnya.
Tri Saktiyana menambahkan, shelter-shelter baru untuk isolasi mandiri pasien Covid-19 juga akan ditingkatkan. Pemda meminta kabupaten/kota untuk segera menambah jumlah kapasitas shelter.
"Saat ini shelter melalui dinas sosial melalui pemberdayaan di masyarakat ditambah di tingkat kapanewon (kecamatan-red)," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.