Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Sejumlah warga yang terjaring razia mengantre giliran tes antigen di posko pemeriksaan di Temon, Kulonprogo, Jumat (12/2/2021)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, JOGJA--Petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP DIY, TNI, dan Polri bakal gencar merazia disiplin protokol kesehatan ke sejumlah objek wisata selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro kali ini. Langkah ini untuk meminimalkan penularan Covid-19 yang akhir-akhir ini terus meningkat.
Terdapat 85 personel gabungan Satpol PP, TNI, dan Polri yang akan merazia wisatawan di sejumlah objek wisata khususnya di Sleman, Bantul, dan Jogja. Petugas akan mendatangi sejumlah terminal dan tempat parkir khusus bus pariwisata dan memeriksa penumpangnya.
BACA JUGA: 28 RT di DIY Masuk Zona Merah Corona
“Kami masuk terminal pemberhentian bus pariwisata untuk cek dokumen kesehatan kalau tidak [bisa menunjukan surat kesehatan] kami minta putar balik,” kata Kepala Satpol PP DIY sekaligus Koordinator Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 DIY, Noviar Rahmad, melalui sambungan telepon, Rabu (23/6/2021).
Selain mendatangi bus-bus pariwisata, petugas juga akan mengecek dokumen kesehatan para wisatawan di objek wisata. Surat kesehatan yang dimaksud bisa berupa GeNose, rapid test, tes antigen, atau tes PCR.
“Wisatawan luar DIY harus menunjukkan tes antigen, kalau tidak suruh keluar,” ujar Noviar.
Saat ditanya adakah yang sudah diminta putar balik bus pariwisata, Noviar mengaku belum ada karena bus pariwisata di hari biasa minim atau tidak seperti di hari libur. Selain mengecek dokumen kesehatan untuk wisatawan luar DIY, petugas juga fokus melakukan razia masker.
Razia masker dilakukan setiap hari dengan sasaran objek wisata dan pusat-pusat keramaian lainnya. Sekitar 200-300 orang tidak memakai masker atau keliru memakai masker. Warga yang terjaring razia tidak mengenakan masker diberi sanksi sosial, salah satunya memungut sampah atau push up. “Sanksi pertama kita buat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi, kemudian kami sita sementara KTP, dan sanksi sosial,” kata Noviar.
Sebelumnya, pada Sabtu dan Minggu lalu, petugas Satpol PP Jogja juga memeriksa bus pariwisata secara acak. Namun yang diperiksa secara acak tersebut kebetulan membawa dokumen kesehatan. Namun pada 12 dan 13 Juni lalu, petugas sempat meminta tiga bus pariwisata untuk melanjutkan perjalanan keluar Jogja karena tidak membawa dokumen kesehatan.
“Kalau pekan kemarin [12 dan 13 Juni 2021] ada tiga bus yang kita minta keluar untuk melanjutkan perjalanan,” ujar Kepala Satpol PP Jogja, Agus Winarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Chery resmi ambil alih pabrik Nissan di Rosslyn, Afsel. Investasi jutaan dolar, pertahankan 692 karyawan, dan mulai produksi 2027. Target: 50.000 unit/tahun dan
Pemenang IPPA 2026: iPhone X, 8 Plus, 7 Plus, 6s, hingga 6 Plus masih hasilkan foto juara. Bukti kualitas kamera Apple tak lekang oleh waktu.
Pemkab Gunungkidul mengingatkan kalurahan agar mematuhi aturan pemanfaatan TKD setelah sejumlah usaha di atas tanah kalurahan ditutup.
Taylor Swift dan Travis Kelce resmi menikah di Madison Square Garden, New York. Acara dihadiri lebih dari seribu tamu dari kalangan selebritas dan tokoh dunia.
Inggris menghadapi ujian berat melawan tuan rumah Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Faktor Azteca dan ketinggian jadi sorotan.