Alumni Santri Krapyak Perkuat Sinergi Ekonomi Lewat Ngobrol Bisnis
Kegiatan ini berangkat dari prinsip hayatul islam bil ilmi wa bil mal (hidupnya Islam itu dengan ilmu dan harta)
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY menargetkan sejumlah pejabat eselon II atau jabatan pimpinan tinggi (JPT) di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) bisa dilantik. Saat ini sejumlah pejabat eselon II masih dalam proses seleksi akhir pada akhir pekan lalu.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan seleksi wawancara calon pejabat eselon II berakhir pada Jumat pekan lalu. Awalnya pendaftar di sejumlah OPD ada 36 yang lolos seleksi administrasi, namun satu orang tidak mengikuti uji kompetensi sehingga jumlahnya menjadi 35 orang. Kemudian dilanjutkan dengan tahap uji kompetensi.
Namun nilai setiap tahapan seleksi tidak mematikan melainkan akan digabung sampai seleksi akhir. “Uji kompetensi tapi uji kompetensi itu nilainya tidak mematikan. Sampai dengan penulisan makalah dan wawancara itu nanti nilainya digabung. Kecuali seleksi administrasi itu mematikan, kalau tidak memenuhi syarat administrasi, setop,” kata Baskara Aji, Sabtu (26/6/2021).
Seleksi wawancara merupakan tahap akhir. Nantinya nilai uji wawancara digabung dengan seleksi makalah dan lainnya, sehingga nilai gabungan nanti akan dipilih tiga besar yang tertinggi. Dia berharap bulan ini nilai uji kompetensi selesai sehingga pertengahan bulan depan sudah diketahui nama-nama yang lolos untuk dilantik Gubernur DIY.
Baskara Aji menambahkan yang terbanyak pendaftar adalah wakil kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) dan kepala Biro Bina Mental Sekretariat Daerah (Setda) DIY, bahkan sampai 14 orang.
Sementara yang paling sedikit pendaftarnya adalah calon kepala Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM). Masing-masing kedua OPD tersebut hanya dilamar dua orang. Padahal minimal pendaftar setiap OPD adalah tiga orang.
Pihaknya sudah berupaya memperpanjang waktu pendaftaran selama sepekan namun jumlah pendaftar tidak bertambah. “Minimal kan tiga orang pendaftar. Kalau belum memenuhi syarat maka dilakukan perpanjangan pendaftran. Kemarin sedah kita lakukan perpanjangan pendaftaran tidak ada yang nambah tetap dua orang, itu boleh dilamgsungkan [proses seleksi],” ujar Baskara Aji.
Meski hanya dua orang pendaftar dalam satu OPD tidak menghalangi proses seleksi. Nantinya dalam proses seleksi uji makalah dan wawancara kalau tidak memenuhi syarat keduanya maka tidak akan diterima, dan OPD tersebut akan tetap kosong. “Kalau dua duanya tidak memenuhi syarat ya sudah kosong lagi,” tandas Mantan Kepala Disdikpora tersebut.
Sejumlah JPT Pratama atau jabatan eselon II yang kosong tersebut di antaranya adalah kepala Dinas Kebudayaan DIY; kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM); wakil kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora); kepala Biro Hukum Setda DIY; kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD); dan kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, dan kepala Biro Bina Mental Setda DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan ini berangkat dari prinsip hayatul islam bil ilmi wa bil mal (hidupnya Islam itu dengan ilmu dan harta)
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.