Geely Investasi Rp1,7 Triliun, Bidik Pengembangan Battery Swapping
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Ilustrasi/Antara-Novrian Arbi
Harianjogja.com, JOGJA—Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja menyebut meningkatnya jumlah kasus yang signifikan selama tiga pekan terakhir menyebabkan sumber penularan kasus di kota tersebut semakin sulit ditelusuri.
“Orang tidak lagi dapat memastikan terpapar dari mana atau saat apa. Pekerja di kantor menularkan di rumah atau dari rumah menularkan ke kantor. Itu artinya, tingkat paparannya cukup tinggi dan harus diwaspadai,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi, Jumat (2/7/2021)
BACA JUGA: Malioboro Tetap Dibuka Meski PPKM Darurat
Oleh karenanya, lanjut dia, diperlukan upaya untuk memastikan agar penularan dapat dikendalikan termasuk memastikan agar tidak terjadi penularan ke kelompok masyarakat berisiko tinggi seperti lansia dan anak-anak.
Pemerintah memutuskan untuk melaksanakan PPKM Darurat di Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021 sebagai upaya pengendalian penularan Covid-19.
Heroe yang juga menjabat Wakil Wali Kota Jogja itu memastikan daerah setepat siap menjalankan ketentuan tersebut.
Bagi Pemerintah Kota Jogja, pelaksanaan PPKM Darurat yang akan berlangsung selama 17 hari adalah bagian dari operasi kemanusiaan untuk menyelamatkan seluruh warga.
“Prioritas kami saat ini adalah pada kesehatan warga. Dan harapannya setelah 17 hari melakukan pengetatan dan pembatasan, maka kasus bisa diturunkan,” katanya.
Heroe berharap, seluruh masyarakat di Kota Jogja mendukung pelaksanaan PPKM Darurat secara disiplin sehingga tujuan untuk peningkatan kondisi kesehatan bisa diwujudkan untuk kemudian secara perlahan-lahan bisa memulihkan kondisi ekonomi.
Pengampu kepentingan di wilayah, baik kelurahan dan kecamatan juga diminta untuk memastikan PPKM Darurat bisa berjalan dengan baik di wilayah masing-masing.
“Saling menjaga dan mengingatkan untuk benar-benar disiplin mematuhi protokol kesehatan,” katanya.
Meluasnya penularan Covid-19 di Kota Jogja juga bisa dilihat dari status zona risiko di tiap RT sesuai aturan PPKM Mikro.
BACA JUGA: Jelang PPKM Darurat, Begini Suasana Pasar di Jogja
Sebelumnya, RT yang masuk zona hijau atau bebas Covid-19 di Jogja bisa mencapai sekitar 95% tetapi saat ini berkurang menjadi 77 persen, sedangkan secara epidemiologi Kota Jogja masuk dalam kategori zona merah atau risiko penularan tinggi.
Heroe memastikan bahwa APBD Kota Jogja sudah didesain agar bisa menyesuaikan dinamika atau perkembangan pandemi di Kota Jogja.
“Kondisi penularan saat ini memang meningkat sangat cepat dan di luar perkiraan kami. Tetapi, APBD tetap bisa mendukung karena sudah diskenariokan untuk mengatasi pandemi. Misalnya dengan realokasi untuk kebutuhan mendesak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
SDHI resmi mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri setelah memperoleh Sertifikat Standar BUBU dari Kementerian Perhubungan.
Disdikpora Bantul mengandalkan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Persis Solo kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC di Stadion Manahan. Patrick Cruz dan Ousmane Maiket mencetak gol untuk tim tamu.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyoroti proporsi mahasiswa STEM Indonesia yang masih 28 persen dan pentingnya penguatan sains fundamental.
Hotspot karhutla Indonesia naik menjadi 1.271 titik. Kalteng mencatat 355 titik dan Kalbar 246 titik hingga 2 Oktober 2026.