3 Moge Disita KPK, Diduga Dibeli Pakai Dana Operasional DJBC
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Novrian Arbi
Harianjogja.com, KULONPROGO--Tambahan tenaga kesehatan saat ini sangat dibutuhkan di Kulonprogo untuk menangani lonjakan pasien Covid-19.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates butuh relawan tenaga kesehatan, untuk membantu menangani pasien Covid-19. Saat ini ada 85 tenaga kesehatan di RSUD Wates yang harus menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19.
Direktur RSUD Wates Lies Indriyati mengatakan, mereka butuh tambahan tenaga kesehatan dari relawan. Sebanyak 85 tenaga kesehatan yang ada harus isolasi mandiri. Selain itu ada 67 lainnya masih menunggu hasil tes PCR, karena dair tracing melakukan kontak erat dengan kasus positif.
“Kami butuh dua dokter umum, 15 perawat dan tiga juru rawat jenazah,” kata Lies, Selasa (6/7/2021). Juru rawat jenazah juga sangat mendesak, untuk dilakukan pengisian. Sebenarnya RSUD Wates memiliki delapan juru rawat jenazah. Hanya saja enam orang di antaranya positif Covid-19 sehingga tinggal dua yang melaksanakan penanganan jenazah.
BACA JUGA: Banyak Kaum Terdidik di Ibu Kota Langgar PPKM Darurat
“Tinggal dua orang, sehingga hanya melayani pemulasaraan jenazah dari internal saja,” katanya.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wates, Ananta Kogam Dwi Korawan mengaku butuh penambahan ruang isolasi. Rencananya bangunan lama akan dijadikan sentral Covid-19, meski beutuh diketahui berapa kapasitas tempat tidur yang akan disiapkan. “Untuk ketersediaan alat medis cukup memadai,” katanya.
Artikel ini telah tayang di yogya.inews.id dengan judul " 85 Nakes Terpapar Covid-19, RSUD Wates Butuh Relawan Dokter sampai Pemulasaraan Jenazah".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
FKPDAS DIY mendorong penyelesaian Pergub Insentif DAS tahun ini untuk memperkuat konservasi dan hubungan hulu-hilir.
Konservasi di Indonesia dinilai masih meminggirkan masyarakat adat. Isu ini dibahas dalam Peoples’ Conservation Summit 2026 di Jogja.
TNI AD menjelaskan kondisi jembatan gantung Pongpet di Pangandaran setelah tali sling penahan jembatan terlepas usai peresmian.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau jalan rusak sekaligus mendorong percepatan perbaikan dan penyerapan anggaran.
Industri alas kaki kontraksi pada Agustus 2026. Kemenperin mengungkap penyebabnya, mulai dari permintaan ekspor hingga konsumsi domestik yang melambat.