Status BPBD Gunungkidul Bakal Naik dari Tipe B ke Tipe A
BPBD Gunungkidul direncanakan naik dari Tipe B ke Tipe A melalui revisi perda kelembagaan yang dibahas Pemkab dan DPRD.
Ilustrasi/Antara-Fransisco Carolio
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan angka kematian akibat Covid-19 masih tinggi dengan persentase mencapai 3,9%. Sejak awal Juli hingga Hingga Kamis (9/7/2021) angka kematian akibat virus Corona selalu di atas sepuluh kasus setiap harinya.
Menurut dia, sudah ada 350 warga yang meninggal dunia karena Corona. Sebanyak 145 kasus merupakan akumulasi kematian sejak kasus corona muncul hingga akhir Mei 2021. Pada Juni lalu terdapat 115 warga yang meninggal dunia, sedangkan sebanyak 90 kasus kematian merupaka terjadi di Juli ini.
BACA JUGA: Begini Penjelasan Lengkap Penggunaan Danais untuk Penanganan Covid di DIY
Menurut dia, tingginya kematian akibat Corona disebabkan oleh beberapa fakktor. Salah satunya lonjakan kasus penularan yang belum menunjukan tanda-tanda akan menurun. Kondisi ini pun berdampak terhadap kualitas layanan karena fasilitas yang dimiliki sangat terbatas.
Ia mencontohkan layanan kritikal hanya memiliki empat kamar tidur dan fasilitas ini hanya tersedia di rumah sakit negeri. “Fasilitas yang dimiliki terbatas, tapi pasiennya terus bertambah sehingga berpengaruh terhadap angka kesembuhan,” katanya.
Menurut Dewi untuk angka kesembuhan juga masih rendah karena masih di kisaran 59,8%. Ia berharap dengan PPKM Darurat bisa menekan laju penularan virus Corona. “Masyarakat juga harus berpartisipasi dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Sebab, jika kasus terus meningkat maka akan berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul direncanakan naik dari Tipe B ke Tipe A melalui revisi perda kelembagaan yang dibahas Pemkab dan DPRD.
BMKG memperingatkan potensi gelombang 2,5–4 meter, banjir rob di sejumlah pesisir, serta cuaca ekstrem lokal di Indonesia.
John Rachmat menilai pemberantasan saham gorengan dan transparansi kepemilikan menjadi kunci mencegah pasar modal RI turun ke standalone market.
Harga pangan Jakarta 17 Oktober 2026 menunjukkan cabai keriting turun menjadi Rp63.750/kg, sedangkan Minyakita naik menjadi Rp19.350/liter
Bank Jateng dan Kemenag Jawa Tengah memperkuat kerja sama layanan perbankan, penyaluran gaji pegawai, pembayaran digital QRIS, serta pengembangan ekonomi
KPK menyebut Nusron Wahid absen dalam dua panggilan pemeriksaan karena agenda lain dan perjalanan dinas ke Malaysia.